Breaking News:

Headline

SD Tukangan Merasa Dirugikan, Sayangkan Mural Provokatif

"Saya berhenti di perempatan dekat sekolah, melihat ada tulisan banyak kan kaget. Ya, ampun kok sudah ada tulisan lagi yang lebih banyak"

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
CORET - Petugas membersihkan dinding sebelumnya menjadi sasaran corat-coret, Senin (30/8/2021). Kondisi tembok sebelum dibersihkan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak Sekolah Dasar (SD) Tukangan, Kota Yogyakarta, tak kuasa menahan malu lantaran tembok pembatas halaman sekolah dengan trotoar Jalan Suryopranoto, Pakualaman, menjadi sasaran vandalisme. Para pejabat SD itu dibuat kaget lantaran kalimat yang dituliskan para kreator seni jalanan itu lebih mengarah pada aksi vandalisme, yang muatannya berupa provokasi kepada masyarakat.

Kepala SD Tukangan, Sardi Spd mengatakan, dalam satu pekan terakhir sudah ada tiga tulisan yang bermuatan provokatif di dinding dekat sekolah SD tersebut. Tulisan pertama muncul pada Selasa (24/8/2021), lalu pihak sekolah melapor ke Satpol PP. Kemudian hari berikutnya anggota Satpol PP menghapus tulisan itu.

Begitu mengetahui tulisan pertama dihapus, orang yang belum diketahui identitasnya ini kembali beraksi dengan menuliskan beberapa kalimat serupa pada Kamis (26/8/2021). Kemudian hari berikutnya, yakni Jumat (27/8/2021) tulisan itu diketahui pihak sekolah dan dihapus Satpol PP Kota Yogyakarta.

Para pelaku vandalisme ini pun tidak kapok dan justru menuliskan kalimat yang menunjukkan kekesalannya. Pantauan Tribun Jogja pada Senin (30/8/2021) siang, setidaknya ada sekitar 9 kalimat kekesalan yang ditulis pada dinding sepanjang kurang lebih belasan meter itu.

Beberapa kalimat itu di antaranya 'PERAN NEGARA DIMANA?' Kemudian 'KRITIK KOK DIHAPUS' lalu 'AWAS REZIM GILA' ada juga tulisan 'BISNIS VAKSIN GAK MALU?'. Selanjutnya ada pula 'AKU INGIN SEKOLAH OFFLINE' dan tulisan paling besar di tembok tersebut berbunyi 'HANYA DISINI NEGARA TAKUT MURAL' dengan diberi tulisan tagar Lomba Dibungkam.

"Jadi dalam satu minggu ini ada tiga kali kejadian. Pertama itu hari Selasa kemarin, dan hari Rabu tulisannya dihapus. Kamis ada lagi, terus Jumat dihapus," kata Sardi, saat ditemui Tribun Jogja, Senin (30/8/2021).

Geram
Dan yang membuat dia semakin geram, pada Jumat malam, Sardi beserta staf pengajar di SD Tukangan sedang lembur mempersiapkan dokumen untuk keperluan akreditasi sekolah yang jatuh pada tanggal 2 September mendatang.

Sampai pukul 22.00 WIB, para staf pengajar beserta dirinya bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing. "Hari Jumat malam itu dinding masih bersih. Kami pulang sekitar jam sepuluh (22.00 WIB), itu (tembok) masih bersih," jelasnya.

Kemudian hari Sabtu (28/8/2021), ketika ia hendak ke sekolah untuk melanjutkan pemenuhan dokumen akreditasi sekolah, Sardi terkejut karena sudah banyak sekali tulisan yang menghiasi dinding pembatas sekolah tersebut.

"Saya berhenti di perempatan dekat sekolah, melihat ada tulisan banyak kan kaget. Ya, ampun kok sudah ada tulisan lagi yang lebih banyak. Padahal tanggal 2 (September) nanti ada penilaian akreditasi," terang dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved