Puncak Kemarau Diprediksi September, Hampir 100 Ribu Warga Gunungkidul Mulai Kesulitan Air Bersih

Puncak Kemarau Diprediksi September, Hampir 100 Ribu Warga Gunungkidul Mulai Kesulitan Air Bersih

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
istimewa
Ilustrasi : Warga di Pedukuhan Gimeng, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul mengambil air bersih yang disalurkan oleh BPBD Gunungkidul beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penanganan krisis air bersih selama musim kemarau ini terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun berjalan guna memantau perkembangan iklim.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG, masa musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September mendatang.

"Puncaknya (musim kemarau) di September nanti, menurut perkiraan BMKG," kata Edy pada wartawan, Senin (30/08/2021).

Menurutnya, puncak musim kemarau nanti akan membuat semakin banyak wilayah yang berpotensi terdampak krisis air bersih.

Mendekati akhir Agustus ini saja, sudah ada 99.559 jiwa warga yang kesulitan air.

Itu sebabnya, Edy mengimbau agar warga sebisa mungkin menghemat air selama musim kemarau ini.

Ia terutama meminta agar air digunakan sesuai kebutuhan utama sehari-hari.

"Setidaknya lebih bijak dalam menggunakan air agar tidak terbuang percuma," ujarnya.

Baca juga: Tak Ada Permintaan Distribusi Air Bersih, Kabupaten Bantul Dianggap Terhindar dari Kekeringan

Baca juga: Penjelasan BMKG Yogyakarta Munculnya Mendung Hujan di Musim Kemarau

Berdasarkan pendataan terkini, diprediksi dampak krisis air bisa meluas hingga ke 15 kapanewon di Gunungkidul.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved