Breaking News:

Melepas Rindu Setahun Tak Bertemu

Suasana pagi, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Mungkid, Kabupaten Magelang, Senin (30/8/2021) memperlihatkan geliat aktivitas.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Agus Wahyu
Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting
PROKES - Siswa SMP Negeri 1 Mungkid dicek suhu tubuh sebelum melaksanakan uji coba PTM terbatas, Senin (30/08/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Suasana pagi, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Mungkid, Kabupaten Magelang, Senin (30/8/2021) memperlihatkan geliat aktivitas. Sama seperti lainnya, hampir satu tahun lamanya sekolah ini ditutup akibat pandemi Covid-19.

Para pelajar dengan seragam putih biru itu, satu per satu memasuki gerbang sekolah. Untuk mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada hari pertama. Sebelum memasuki kelas, pelajar diharuskan melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan di wastafel.

Seorang siswa kelas VIII, Monica Ayuningtyas (14) mengaku, sangat gembira bisa kembali ke sekolah tempatnya menimba ilmu. "Bisa bertemu dengan teman-teman dan guru lagi. Karena, sudah setahun sekolah dilakukan daring, pastinya ada rasa rindu," jelasnya kepada Tribun Jogja, Senin (30/8/2021).

Selama pembelajaran daring, Monic sulit untuk memahami materi yang diberikan guru. Sebab, dia tidak bisa berdiskusi dengan teman-teman atau sekadar bertanya dengan guru secara langsung.

"Kalau tatap muka kayak gini, bisa dapat penjelasan langsung dari guru dan kalau ada yang tidak paham bisa langsung ditanyakan. Bisa berdiskusi dengan teman-teman meskipun harus tetap memperhatikan prokes, setidaknya bisa bertukar pikiran," ucapnya.

Kepala SMP Negeri 1 Mungkid, Supriyanto menuturkan, uji coba PTM terbatas hari pertama diikuti 128 siswa dari kelas VIII. Maksimal adalah 50 persen dari total kapasitas. “128 siswa seluruhnya dari kelas VIII dengan pertimbangan mereka akan menghadapi asasmen kompetensi minimum (AKM), jadi perlu persiapan lebih," ujarnya.

Kriteria siswa yang mengikuti uji coba PTM diharuskan mendapatkan izin dari orang tua dan tidak menggunakan transportasi umum saat ke sekolah, sehingga diutamakan yang rumahnya berdekatan dengan sekolah.
Kemudian, siswa yang sudah mendapatkan suntikan vaksin maupun siswa yang belum mendapatkan suntikan vaksin tetapi bersedia untuk disuntik vaksin.

Di mana, peserta didik yang belum mendapatkan vaksin akan didaftarkan melalui puskesmas. Adapun, kegiatan pembelajaran selama uji coba PTM terbatas kegiatan belajar dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB, dengan jeda waktu 5 menit-10 menit digunakan untuk perpindahan guru.

Sehingga, satu hari pertemuan rata-rata hanya dua mata pelajaran, dengan setiap jam pelajaran hanya sekitar 30 menit. “Dan tidak ada jam istirahat. Kantin belum boleh buka," jelas Supriyanto. Untuk siswa yang tidak mengikuti pembelajaran secara tatap muka, sekolah memfasilitasi dengan materi pembelajaran jarak jauh.

Selama uji coba ini, sekolah diharuskan memberi laporan harian setiap berlangsungnya kegiatan uji coba PTM terbatas. Ini berguna untuk sebagai bahan evaluasi pelaksanaan uji coba PTM terbatas ke depannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved