Kebakaran di Kabupaten Bantul Pada 2021 Mengalami Penurunan Dibanding Tahun Lalu
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat kasus kebakaran di tahun 2021 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat kasus kebakaran di tahun 2021 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengungkapkan, pada Januari-Agustus terjadi 78 kejadian kebakaran. Dengan jumlah tersebut, Dwi menyebut dalam sebulan rata-rata terjadi 5 kebakaran di bumi Projotamansari.
"Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. kalau tahun lalu itu sampai 200 kejadian kebakaran," ujarnya, Senin (30/8/2021).
Baca juga: Lampaui Target, Rata-Rata Cakupan Vaksinasi di DI Yogyakarta Sentuh 32 Ribu Dosis Per Hari
Ia juga mengungkapkan jika untuk tahun ini kebakaran paling banyak terjadi di rumah-rumah. Menurutnya, kebakaran disebabkan masih adanya masyarakat yang lalai.
"Mayoritas rumah dan lahan, perbandingannya 50:50. Untuk rumah itu rata-rata rumah perusahaan, seperti perusahaan kayu. Kalau penyebab rumah terbakar karena kelalaian seperti masalah listrik," ucapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya saat ini terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meminimalisir kelalaian. Mengingat kebakaran di Bantuk banyak terjadi di rumah-rumah.
Dwi meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain memastikan kompor dalam keadaan padam, tidak membuang puntung rokok sembarangan, warga juga harus aktif mengecek sambungan kabel listrik.
Jika diperlukan, warga bisa mengganti sambungan kabel listrik yang sudah tidak layak.
“Karena hubungan arus pendek sangat berpotensi besar menimbulkan kebakaran,” lanjutnya.
Baca juga: Pengendara Sepeda Onthel di Kulon Progo Meninggal Setelah Tertabrak Mobil Sedan
Risiko bencana lain yang mengalami penurunan adalah kekeringan. Dari pengalaman tahun lalu, wilayah yang rutin mengalami kekeringan adalah Pleret, Imogiri, Piyungan, Dlingo. Namun untuk saat ini, ia menyatakan bahwa pihaknya belum menerima pengajuan droping air bersih.
Oleh sebab itu, Dwi berani mengklaim masyarakat di Bantul tidak ada yang terdampak kemarau tahun ini. Terlebih kemarau tahun ini masuk kemarau basah.
"Karena kemarau tahun ini masuk kemarau basah, itulah kenapa masyarakat Bantul tidak mengalami kekeringan seperti tahun yang lalu," ujarnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/breaking-news-kebakaran-hanguskan-rumah-di-krapyak-kulon.jpg)