Breaking News:

Pemberontakan dan Separatisme dalam Perspektif Pidana Adalah Kejahatan Luar Biasa Terhadap Negara

Isu pemberontakan dan separatisme di berbagai belahan dunia menjadi catatan perjalanan sejarah banyak negara di dunia, timur, selatan, barat, utara.

Editor: ribut raharjo
Net
ilustrasi 

Oleh: Satrio Toto Sembodo

TRIBUNJOGJA.COM - Isu pemberontakan dan separatisme di berbagai belahan dunia menjadi catatan perjalanan sejarah banyak negara di dunia, timur, selatan, barat, utara.

Pemberontakan dan separatisme adalah dua frasa yang memiliki arti semantik yang berbeda tetapi memiliki konotasi yang hampir sama di antara keduanya.

Pemberontakan dalam bahasa Inggris disebut dengan rebellion, sedangkan separatisme dalam bahasa Inggris adalah separatism, tetapi dua-duanya mengandung makna sama ketika memahami hubungan vertikal pemerintah dan rakyatnya yang disebut dengan insurgency.

Perbedaan yang dapat dipahami di antara keduanya adalah jika pemberontakan lebih kepada upaya sekelompok orang untuk melawan pemerintah yang sah dengan motif perbedaan pandangan ideologi dan politik dalam suatu sistem yang digunakan dalam suatu negara serta tidak selalu diikuti dengan pemisahan teritori negara.

Sebaliknya separatisme adalah upaya nyata dari sekelompok orang untuk memisahkan diri dari sistem ketatanegaraan dan sistem kebangsaan secara keseluruhan dengan motif yang bisa sama atau bisa lebih kompleks dan berbeda dari sekedar ideologi dan politik.

Namun setiap upaya separatisme selalui mengandung anasir pemberontakan atau insurgency terhadap pemerintah dari negara yang berdaulat. contoh dapat kita lihat sebagai berikut :

1. Nagorno- Karabakh Di Armenia Azerbaizan.
2. Taiwan - Tiber Independence Movement - Hongkong di RRC
3. Siprus Di Turki
4. Republik Ainu Di Jepang.
5. Aboriginal Di Australia
6. Kepulauan Selatan Di Selandia Baru

Pemberontakan dan separatisme dalam perspektif pidana adalah suatu kejahatan terhadap negara bahkan tergolong sebagai kejahatan luar biasa .

Hal ini didasarkan pada dampak yang diakibatkan oleh pemberontakan dan separatisme yaitu terguncangnya sendi sendi kedamaian, keamanan, keselamatan dan hak azasi untuk hidup banyak orang khususnya pada negara negara berdaulat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved