Breaking News:

Mengenal Vaksin Dosis Ketiga Sebagai Booster Dan Kondisi Orang yang Membutuhkan

Meski banyak orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua, lonjakan kasus infeksi virus Corona semakin meningkat.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Vaksin Sputnik V 

TRIBUNJOGJA.COM - Vaksinasi terus digalakkan. Ini sebagai upaya membentuk herd immunity.

Sampai saat ini, distribusi vaksin terus dilakukan untuk membangun kekebalan komunal atau yang disebut sebagai herd immunity.

Namun demikian, meski banyak orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua, lonjakan kasus infeksi virus Corona semakin meningkat.

Melihat hal terssebut, pemerintah pun mulai melakukan pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga sebagai booster.

Data dari Pusat Pencegahan dan Perlindungan Penyakit AS (CDC) juga menyatakan bahwa pemberian vaksin dosis ketiga ini bertujuan untuk memperpanjang efektivitas vaksin itu sendiri.

Penelitian menunjukkan bahwa perlindungan yang dibuat oleh dua vaksin mRNA – Pfizer dan Moderna – terhadap Covid-19 mungkin memudar setelah beberapa bulan.

Hal tersebut kemungkinan besar juga berlaku untuk jenis vaksin lainnya.

Penelitian yang dilakukan di Israel juga menunjukan bahwa orang-orang yang telah mendapatkan vaksin Pzifer lebih awal juga rentan terinfeksi virus Corona.

Misalnya, pasien yang divaksinasi pada Januari 2021 memiliki kemungkinan 2,26 kali lebih besar untuk tertular Covid-19 daripada mereka yang divaksinasi pada April 2021.

“Uji coba vaksin mRNA menunjukkan kepada kita bahwa vaksin tersebut efektif hingga 94 persen dalam melindungi pasien dari infeksi,” kata Thaddeus Stappenbeck, pakar penyakit menular.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved