Yogyakarta

Dinpar DIY Genjot Cakupan Vaksinasi Covid-19 untuk Pelaku Wisata

Dinpar DIY sudah menggelar vaksinasi di sejumlah tempat wisata untuk menarik perhatian masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi penyuntikan vaksin 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM - Nasib industri pariwisata di DI Yogyakarta masih belum jelas lantaran masih adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 30 Agustus 2021 ini.

Salah satu syarat untuk membuka wisata adalah kasus Covid-19 yang turun atau status PPKM DI Yogyakarta berada di angka terkecil.

Untuk itu, Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY terus menggenjot cakupan vaksinasi Covid-19 bagi pelaku wisata agar kekebalan komunal segera terbentuk.

Kepala Dinpar DIY, Singgih Raharjo menyatakan pihaknya sudah menggelar vaksinasi di sejumlah tempat wisata untuk menarik perhatian masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.

Baca juga: Update Covid-19 di DI Yogyakarta 28 Agustus 2021, Tambah 525 Kasus Baru, 31 Pasien Meninggal Dunia

Beberapa daerah wisata yang dijadikan tempat vaksinasi diantaranya ada Tebing Breksi, Obelix Hill, Pantai Ngobaran, Sindu Kusuma Edupark, juga Lembah Ngingrong.

Hingga kini, pelaku usaha pariwisata yang telah tervaksin ada lebih dari 30 ribu orang.

“Penyelenggara vaksinasi ini dimaksudkan pula guna mempersiapkan pariwisata DIY apabila sudah bisa beroperasi nantinya. Seluruh destinasi wisata belum dibuka selama PPKM ini, namun tidak menutup kemungkinan apabila progres angka kasus Covid -19 terus membaik maka akan ada pelonggaran,” tuturnya, Sabtu (28/8/2021).

Dia mengatakan, masyarakat pelaku wisata, keluarga dan warga yang berdomisili sekitar destinasi menjadi target utama vaksinasi pariwisata.

Mereka harus sehat dan bersih sehingga mampu menjadi representasi wisata yang sehat. Hal ini mampu menjadi promosi pariwisata sekaligus promosi vaksinasi Covid-19.

“Artinya vaksinasi bagi industri pariwisata ini diharapkan mampu mendorong keinginan masyarakat yang belum divaksin menjadi bersedia divaksin dengan sukarela,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinpar DIY juga merencanakan untuk mengapresiasi wisatawan dengan memberikan potongan harga bagi mereka yang sudah divaksin Covid-19 dan ingin berwisata.

“Kami menunggu arahan dari pimpinan pusat, apakah kartu vaksin menjadi syarat mutlak untuk masuk ke tempat wisata,” ungkap.

Baca juga: DP3AP2 DI Yogyakarta Jamin Pemenuhan Hak Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Singgih menuturkan, apabila vaksin menjadi syarat mutlak untuk diperlihatkan ke pengelola wisata, maka siapapun yang sudah divaksinasi dimungkinkan bisa mendapatkan potongan harga.

“Kebijakan itu, kalau ada, kami sambut baik, kami berlakukan itu. Syarat vaksinasi tersebut bisa mendorong masyarakat untuk ikut vaksin dan memproteksi diri serta keluarga,” paparnya.

Selama masa persiapan, pihaknya juga sudah menaruh persyaratan sertifikat vaksin di aplikasi Visiting Jogja.

Menurutnya, apresiasi yang dimaksud adalah bisa dengan mengurangi harga tiket masuk atau bonus-bonus lain yang membuat masyarakat senang.

“Nanti kalau disamakan, tidak ada ada apresiasi untuk yang sudah divaksin ya. Potongan harga bisa sejumlah 25-50 persen. Pemerintah nanti yang tambah dananya,” katanya.

Dengan begitu, pengelola wisata tidak perlu bingung tentang pendanaan karena pasti ada dukungan dari pemerintah. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved