Yogyakarta

Wakili DI Yogyakarta, Perpustakaan Banyurejo Ikut Lomba Tingkat Nasional

Tahun ini, Lomba Perpustakaan Umum Terbaik (desa/kelurahan) diikuti perpustakaan dari 34 provinsi.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Perpustakaan Banyurejo wakili DI Yogyakarta di lomba tingkat nasional 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perpustakaan Banyurejo, Kapanewon Tempel mewakili Provinsi DIY dalam ajang Lomba Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI.

Prestasi itu diapresiasi oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Tidak hanya itu, Kustini juga mendampingi tim dari Perpus Banyurejo saat memberikan paparan di hadapan tim Dewan Juri Nasional yang dilakukan secara daring, Jumat (27/8/2021).

Kustini mengatakan, kehadiran Tim Juri Nasional ke Sleman secara virtual tersebut merupakan suatu kebanggaan dan tentunya memberikan motivasi dalam upaya pengembangan perpustakaan yang ada di Kabupaten Sleman dengan lebih optimal lagi. 

Baca juga: Wakili DI Yogyakarta, Perpustakaan Desa Pengkol Nglipar Gunungkidul Sabet Juara 3 Nasional

“Kami sangat mendukung pengembangan perpustakaan melalui program rintisan gemar membaca. Sehingga sampai tahun 2021 ini, telah mengantarkan empat perpustakaan maju pada lomba perpustakaan kelurahan tingkat Nasional,” jelasnya.

Sementara, tiga diantaranya telah meraih prestasi yaitu perpustakaan Wedomartani juara 1 pada tahun 2016, perpustakaan Sukoharjo juara 2 tahun 2017, perpustakaan Balecatur juara 1 pada tahun 2019.

“Harapan saya perpustakaan Banyurejo ini terpilih menjadi perpustakaan kelurahan terbaik tingkat Nasional,” tambahnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Perpus Desa Banyurejo atas kinerja dan prestasinya tersebut.

Kustini mempersilahkan tim juri untuk berdialog langsung dengan masyarakat serta pengurus perpustakaan kelurahan guna mendapatkan gambaran yang obyektif.

Sementara itu, Sekretaris Utama Perpusnas, Dedi Junaedi mengatakan lomba perpustakaan tersebut diharapkan memberikan semangat kepada para pejuang literasi untuk lebih berperan dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia, melalui kemampuan literasi yang meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi.

Baca juga: Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan, Ruang Sosial yang Digemari Anak-Anak

“Tujuan utama pembentukan perpustakaan desa adalah sebagai satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan membaca guna mencerdaskan kehidupan masyarakat desa,” jelasnya.

Tahun ini, Lomba Perpustakaan Umum Terbaik (desa/kelurahan) diikuti perpustakaan dari 34 provinsi.

Sedangkan, untuk lomba perpustakaan sekolah/madrasah lanjutan tingkat atas terbaik, diikuti oleh 15 provinsi yang telah melalui penilaian berkas.

Penilaian lomba perpustakaan umum terbaik (desa/kelurahan) dilaksanakan pada 23 Agustus-10 September 2021.

Sementara, penilaian lomba perpustakaan sekolah/madrasah lanjutan tingkat atas terbaik dilaksanakan pada 23 Agustus-27 Agustus 2021. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved