Breaking News:

Bisnis

Salak Pondoh asal Sleman Diekspor hingga Kamboja

Ekspor komoditas buah salak pondoh Sleman kembali menggeliat setelah sebelumnya sempat terhenti dihantam oleh ganasnya pandemi.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto saat melihat pengecekan kualitas Salak Pondoh Sleman di Wonokerto, Turi. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Petani salak pondoh di Kabupaten Sleman kini mulai gembira.

Ekspor komoditas buah salak pondoh Sleman kembali menggeliat setelah sebelumnya sempat terhenti dihantam oleh ganasnya pandemi.

Secara perlahan, salak pondoh sudah kembali dikirimkan hingga Kamboja

"Alhamdulillah pada tahun 2021 ini  perlahan-lahan bisa kembali mengekspor salak ke Kamboja 5 ton per minggu dengan kapal laut. Harapannya jalur udara segera dibuka sehingga ekspor dapat meningkat kembali," kata Suroto, ketua paguyuban petani salak pondoh Sleman yang tergabung dalam CV Mitra Turindo sebagai eksportir salak. 

Petani salak pondoh di Wonokerto, Turi Sleman itu, pada Kamis (26/8/2021) melepas truk kontainer muatan buah salak yang hendak di ekspor ke Kamboja.

Baca juga: Ekspor Salak di Kabupaten Magelang Tetap Stabil di Tengah Pandemi Covid-19

Pelepasan secara simbolis dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono. 

Menurut Suroto, pihaknya sudah mulai melakukan ekspor salak sejak tahun 2017 sebanyak 150 ton.

Kemudian dua tahun berturut-turut ekspor terus meningkat menjadi 350 ton dan 650 ton.

Di tengah permintaan ekspor yang sedang tinggi, pandemi datang di Indonesia.

Alhasil, ekspor buah salak langsung jatuh, hanya mampu 160 ton. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved