Breaking News:

Pelaksanaan PTM Harus Lalui Uji Coba

Pemprov Jateng menegaskan, semua kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah harus dilakukan melalui tahapan uji coba.

Editor: Agus Wahyu
IST/DOK. HUMAS PEMPROV JATENG
TINJAU - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat meninjau uji coba pembelajaran tatap muka. 

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menegaskan, semua kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah harus dilakukan melalui tahapan uji coba terlebih dahulu, kendati wilayahnya telah berstatus PPKM level 3.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Suyanta mengatakan, Pemprov Jateng telah mengeluarkan kebijakan dalam menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 di bidang pendidikan.

Hal itu juga sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2021 tentang Implementasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease di Provinsi Jawa Tengah terkait pendidikan.

"Pak gubernur (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) sudah membuat surat edaran yang menyatakan bahwa kalau suatu daerah kabupaten/kota yang masuk dalam level 4 maka pembelajaran tetap daring. Dan level 3 dalam aglomerasi level 4 maka dia (daerah) pun masih daring. Untuk daerah kabupaten/kota yang level 2 dan level 3 itu dipersilakan untuk melaksanakan PTM terbatas. Ini (ada) kata-kata terbatas," ucap Suyanta di ruang kerjanya, Kamis (26/8/2021).

Ia menyebut semua sekolah tidak serta-merta langsung melakukan PTM terbatas. Namun, harus melalui serangkaian tahapan Adapun tahapan pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan PTM terbatas yaitu sekolah harus pernah melakukan uji coba PTM dulu.

Jadi, sekolah yang belum pernah melakukan uji coba PTM atau simulasi PTM, harus menjalankan simulasi PTM dulu antara satu hingga dua minggu. Kalau hasilnya berjalan baik, maka sekolah bisa lakukan PTM terbatas.

Sedangkan untuk sekolah yang bisa melakukan uji coba PTM juga ada persyaratan yang harus dilalui. Seperti harus punya kesiapan, serta menjalankan panduan pembelajaran yang telah diterbitkan dinas pendidikan. Tahapan kedua yang harus dilalui, lanjut Suyanta, adanya kesiapan sarana prasarana.

Pada tahap ketiga, sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua, dari gugus tugas kabupaten/kota, dan dapat izin dari pemangku wilayah yaitu bupati/wali kota, atau gubernur untuk jenjang SMA/SMK. Agar sekolah bisa melakukan uji coba PTM, juga harus ada rekomendasi dinas pendidikan kabupaten/kota, dan verifikasi cabang dinas pendidikan.

"Sekolah yang sudah siap nanti harus mendapatkan izin dulu. Itulah pentingnya. Ini diatur, dikendalikan dalam rangka pengendalian Covid-19. Jangan sampai, PTM terbatas ini menjadi klaster baru. Maka dinas lain termasuk dinas pendikan harus patuh kepada pengendali, gugus tugas Covid setempat," tuturnya.

Hati-Hati

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved