Breaking News:

Inilah Perbedaan Nyeri Dada Akibat GERD dan Serangan Jantung yang Harus Anda Pahami

Agar tak salah paham sebaiknya kenali perbedaan nyeri dada akibat serangan jantung dan GERD berikut ini.

Editor: Rina Eviana
IST ISTOCK
Ilustrasi serangan jantung dan dada sesak 

Tribunjogja.com - Rasa nyeri dada bukan hanya gejala serangan jantung saja. Namun nyeri dada juga bisa jadi tanda atau gejala Anda terena gejala penyakit refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Agar tak salah paham sebaiknya kenali perbedaan nyeri dada akibat serangan jantung dan GERD berikut ini.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

GERD dapat menyebabkan asam lambung atau heartburn – sensasi terbakar di dada, yang merupakan jenis nyeri dada nonkardiak yang umum.

Sementara serangan jantung adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa.

Melansir Kompas.com dari Mayo Clinic, nyeri akibat serangan jantung dan kondisi lain yang memengaruhi sistem kardiovaskular sebagai nyeri dada jantung. Sementara, nyeri yang tidak berasal dari sistem kardiovaskular disebut nyeri dada nonkardiak.

Baca juga: 9 Langkah Mencegah Asam Lambung Kambuh dan Naik ke Kerongkongan

Masalahnya, keduanya seringkali sulit dibedakan. Sehingga, penting untuk memahami apa perbedaannya dan kapan harus segera ke rumah sakit.

Heartburn, angina, dan serangan jantung mungkin terasa sangat mirip. Bahkan, dokter yang berpengalaman tidak selalu dapat membedakannya dari riwayat kesehatan Anda dan pemeriksaan fisik.

Itu sebabnya, jika Anda datang ke unit gawat darurat rumah sakit karena nyeri dada, Anda akan diminta menjalani tes untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika mengalami nyeri dada dan tidak yakin apa penyebabnya?

Jika Anda mengalami nyeri dada yang terus-menerus dan Anda tidak yakin itu asam lambung, segera temui dokter Anda.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved