RAPBD Perubahan Kota Yogya Fokus Sektor Kesehatan dan Sosial 

Rancangan APBD Perubahan Kota Yogya Fokus Sektor Kesehatan dan Sosial 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi, saat dijumpai sesuai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Yogya, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sektor kesehatan dan sosial menjadi fokus Pemerintah Kota Yogyakarta dalam nota rancangan APBD perubahan 2021 yang dibahas bersama kalangan legislatif lewat rapat paripurna, Senin (23/8/2021). 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sebenarnya APBD 2021 yang disusun sudah menyesuaikan situasi pandemi Covid-19.

Namun, peningkatan kasus di sepanjang Juli kemarin sangat menyedot alokasi. 

"Sehingga, asumsi pendapatan menurun. Sementara kami harus meningkatkan belanja untuk melakukan intervensi di masyarakat. Makanya, itu coba kita antisipasi, ya, melalui anggaran perubahan," cetus Heroe, seusai Rapur. 

Adapun anggaran yang bisa ditambahkan Pemkot dalam APBD perubahan sebesar Rp248,4 miliar.

Alokasi tersebut, difokuskan untuk penanganan sektor kesehatan, maupun sosial ekonomi yang terdampak pandemi corona. 

Wawali pun menyampaikan, salah satu yang krusial ialah merealisasikan sebuah generator oksigen.

Baca juga: Evaluasi PPKM Level 4, Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta Makin Melandai Seminggu Terakhir 

Baca juga: Pemerintah Klaim Penurunan Kasus Covid-19 Mencapai 78 Persen

Dengan begitu, kekhawatiran kekurangan stok untuk pasien Covid-19, seperti yang terjadi pada Juli lalu, tak terulang. 

"Ya, kita ingin membangun generator oksigen yang lebih besar di RSUD (Kota Yogyakarta), sehingga untuk jangka panjangnya bisa memenuhi kebutuhan oksigen di masa mendatang. Itu kan harus diantisipasi," ujarnya. 

Kemudian, yang tidak kalah penting, adalah percepatan vaksinasi Covid-19 bagi semua warga masyarakat di kota pelajar.

Sesuai target, pihaknya berharap bisa mencapai kekebalan komunal di penghujung September. 

"Untuk mempercepat vaksinasi itu kan kita butuh sekali dukungan. Misalnya, tenaga kesehatan, fasilitas skrining, serta menerjunkan mobile vaksin," kata Wawali. 

Alhasil, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta pun menjadi instansi yang paling banyak memperoleh tambahan dana lewat APBD perubahan.

Kucuran Rp103,6 miliar membuat anggaran Dinkes berpotensi jadi Rp484,1 miliar. 

Lalu, di sektor sosial, Pemkot bakal menambah alokasi bantuan permakanan, atau jaminan hidup bagi warganya yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Pasalnya, selama Juli, anggaran yang disiapkan tersedot banyak. 

"Kalau sebelumnya anggaran Rp1 miliar itu cukup untuk beberapa bulan, Juli kemarin, karena banyak yang isolasi mandiri, langsung habis dalam satu, atau dua minggu. Sehingga, anggaran harus ditambah," ujarnya. 

"Kemudian kita akan manfaatkan APBD untuk bansos bagi warga yang belum tersentuh program pusat. Jadi, ini untuk mereka tidak masuk kategori miskin, dan tidak masuk DTKS, padahal rentan," pungkas Heroe. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved