Breaking News:

NPC DIY Desak Panitia Peparnas Segera Tentukan Jadwal Pendaftaran Atlet

Belum adanya kepastian itu membuat National Paralympic Committee (NPC) DI Yogyakarta menagih jadwal pasti kepada panitia.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
Atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021 saat menjalani program promosi degradasi di Stadion Mandala Krida, Desember 2020 lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kurang dari tiga bulan penyelenggaraan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021, panitia belum menentukan kapan tenggat waktu pendaftaran atlet dimulai dan berakhir.

Belum adanya kepastian itu membuat National Paralympic Committee (NPC) DI Yogyakarta menagih jadwal pasti kepada panitia.

Imbasnya sampai saat ini kontingen DIY belum dapat menetapkan jumlah atlet yang bakal berlaga dalam kompetisi tersebut.

Ketua Umum (Ketum) NPC DIY, Hariyanto, mengatakan sebelumnya NPC Pusat dan panitia Peparnas sempat mendesak NPC daerah untuk segera mengajukan jumlah kontingen yang akan diberangkatkan ke ajang yang digelar bulan November tersebut.

Akan tetapi permintaan tersebut belum bisa dipenuhi karena jelas pihak NPC DIY belum dapat menentukan jumlahnya.

“Ya memang kemarin kami sudah diminta gambaran jumlah kontingen kami, baik itu jumlah atlet, pelatih dan ofisial. Tapi kami jelas belum bisa memberikan kepastian, soalnya proses pendaftaran entry by number dan entry by name-nya besok itu belum ditetapkan kapan,” bebernya.

Dua tahapan pendaftaran itu seperti dikatakan Hariyanto tidak boleh terlewatkan, mengingat sangat berpengaruh pada penentuan jumlah untuk menentukan jumlah atlet dan pelatih.

Di sisi lain, tahapan ini juga akan menentukan nomor atau kelas apa saja yang akan diikuti paralympian DIY di ajang empat tahunan tersebut.

Sedangkan untuk entry by name, pihak NPC daerah akan menentukan nama paralympian siapa saja yang bertanding atau berlomba di nomor-nomor yang akan diikuti 

"Kalau dua tahapan itu saja belum, jelas kami belum bisa memberikan gambaran jumlah kontingen kami,” paparnya.

Haryanto melanjutkan, bahwa dengan kendala yang mengganggu seperti ini, dirinya merasa dejavu dengan kendala yang sama pada saat lima tahun silam di Peparnas XV Jawa Barat 2016 lalu. 

Dengan sisa waktu yang ada dan kedua tahapan tersebut belum dilakukan, Haryanto masih belum mendapat peta persaingan antardaerah pada Peparnas mendatang.

“Ya meski begitu, semua ini tak lepas dari adanya pandemi ini. Mulai dari diundurnya Peparnas yang sebenarnya digelar tahun 2020, kemudian sulitnya menggelar pertemuan koordinasi, akhirnya membuat persiapan Peparnas sedikit kurang maksimal,” tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved