Superball

Jurnalis Olahraga Yogyakarta Gelar Diskusi, PSSI dan LIB Diminta Tinjau Kembali Prinsip Liga

Perlakuan operator liga dan Federasi dirasa tebang pilih antara kontestan Liga 1 dan 2.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan layar webinar Jurnalis Olahraga Yogyakarta.
Tangkapan layar webinar Jurnalis Olahraga Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jurnalis Olahraga Yogyakarta menggelar webinar yang membahas soal permasalahan belum diputarnya kompetensi sepak bola Tanah Air sampai saat ini, Sabtu (21/8/2021).

Dalam kegiatan itu turut mengundang narasumber dari pihak operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) serta kontestan Liga 1 dan 2 Indonesia.

Semisal, Gede Wiade yang mewakili Persiba Balikpapan, Sudarmadji media officer Arema FC, CEO Semen Padang, Effendy Syahputra, dan Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno.

Namun dari semua nama itu seharusnya ada satu lagi nama yang juga ikut hadir, yakni Direktur Utama PSS Sleman, Marco Garcia Paolo.

Hingga akhir sesi diskusi, Marco sama sekali tidak hadir.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Antusias Dengan Kabar Liga 2 2021-2022 Akan Diputar Bulan September

Selanjutnya diskusi terbuka yang diisi oleh operator liga, klub, wartawan dan khalayak luas itu ternyata baru pertama kali tercipta semenjak isu diputarnya liga kembali muncul.

Dalam kesempatan itu, Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno memastikan kickoff Liga 1 akan diputar mulai 27 Agustus besok.

Sedangkan Liga 2, saat ini pihaknya sedang menargetkan bisa dilaksanakan pada pertengahan September, atau sekitar satu dua pekan selepas kick off Liga 1.

“Rencananya memang Liga 2 diputar pada pertengahan September, namun masih sekarang masih menanti petunjuk dari federasi," kata Sudjarno.

Dalam kesempatan yang sama, Gede Wiade mengungkapkan perlakuan operator liga dan Federasi dirasa tebang pilih antara kontestan Liga 1 dan 2.

“Semisal kita tahu subsidi peserta Liga 1 bisa sampai Rp 7,5 miliar sementara Liga 2 hanya Rp 1,5 miliar. Padahal costnya tidak beda jauh dengan Liga 1. Naik pesawat biaya sama, naik kereta sama, hotel sama. Liga 2 seperti dijadikan pelengkap saja. Ini kita sebagai objek saja,” jelasnya.

Baca juga: Liga 2 2021 Segera Bergulir, Mantan Striker PSS Sleman Balik Kucing ke Persijap Jepara

Apalagi ia mengutarakan Liga 2 tak hanya mendapat subsidi lebih kecil, melainkan pelaksanaan kompetisinya harus selalu mengikuti Liga 1.

"Kalau Liga 1 tidak jalan, Liga 2 ikut tidak jalan juga, padahal kalau di luar negeri hal seperti jadi urusan operator liga masing-masing, tentunya operator liga tidak hanya satu," bebernya.

Terlebih Effendy Syahputra juga menyuarakan hal yang sama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved