Presiden Jokowi Sebut Perkembangan Virus Corona Sulit Diprediksi

Presiden Jokowi pun mengatakan bahwa virus corona atau SARS-CoV-2 sangat sulit untuk diprediksi perkembangannya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, yang diresmikan sebagai tempat isolasi dan perawatan bagi pasien Covid-19, Jumat (9/7/2021) hari ini. Presiden Jokowi menuturkan pemerintah menyiapkan 900 tempat tidur isolasi, 50 ICU (intensive care unit), dan 40 HCU (high care unit) di Asrama Haji Pondok Gede. 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mengingatkan dan meminta seluruh kepala daerah untuk tetap mewaspadai penyebaran virus corona.

Meski tren kasus harian Covid-19 mulai meunjukkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir, namun Presiden Jokowi meminta untuk tidak lengah.

Pemerintah pun hingga saat ini masih kembali menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka menekan laju penularan virus corona.

Presiden Jokowi pun mengatakan bahwa virus corona atau SARS-CoV-2 sangat sulit untuk diprediksi perkembangannya.

Oleh karena itu, Jokowi meminta semua kepala daerah dan semua pihak terkait tetap waspada atas kenaikan dan penurunan kasus positif Covid-19.

"Saya ingin mengingatkan terlebih dahulu bahwa yang namanya virus corona ini betul-betul sangat sulit diduga dengan kalkulasi-kalkulasi apa pun," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se-Jawa Timur yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/8/2021).

"Iya oke seperti yang disampaikan Bu Gubernur (Gubernur Khofifah) tadi sudah turun, turun BOR-nya. Kasus aktif turun, tetapi saya minta, tetap minta semuanya hati-hati, waspada mengenai yang namanya Covid-19 ini," kata dia.

Presiden Jokowi mengingatkan agar jangan sampai ada varian baru virus corona yang tidak diwaspadai kehadirannya, sehingga varian baru itu menyebar secara luas di masyarakat.

"Jangan sampai ada varian baru datang karena bermutasi, dan kita tidak waspada tahu-tahu meledak menjadi jumlah yang sangat banyak," ujar Jokowi.

Ia pun meminta pemerintah daerah betul-betul mewaspadai adanya kemungkinan varian baru virus corona.

Dominasi varian Delta

Diberitakan sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, mengatakan dari hasil sequencing terhadap varian-varian baru virus corona di Indonesia, sebanyak 80 persennya adalah varian delta.

Kegiatan sequencing merupakan upaya untuk mengetahui penyebaran mutasi virus corona. Data tersebut berdasarkan pencatatan hasil sequencing per 18 Agustus 2021.

Nadia mengingatkan, varian delta merupakan varian yang saat ini mendominasi pelaporan kasus Covid-19 di hampir seluruh negara di dunia.

"Dengan kemampuan penularan yang lebih tinggi serta potensi untuk memunculkan gejala keparahan lebih tinggi. Maka kita harus selalu waspada," kata Nadia.

Ia mengatakan, dari sequencing itu teridentifikasi 10 provinsi dengan konsentrasi varian delta virus corona yang cukup tinggi.

Kesepuluh provinsi itu yakni Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved