Breaking News:

Sebanyak 20 Atlet dan Pelatih DIY Belum Lakukan Vaksinasi Jelang Keberangkatan ke PON XX Papua

Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, kontingen DI Yogyakarta sudah hampir merampungkan proses vaksinasi.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Humas KONI DIY
Atlet dan pelatih kontingen PON DIY lakukan vaksinasi di RS Siloam 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, kontingen DI Yogyakarta sudah hampir merampungkan proses vaksinasi.

Upaya dilakukan sebagai syarat wajib setiap kontingen agar dapat bertanding di Papua pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Sehingga kemarin Rabu (18/8/2021) sekitar 70 atlet, pelatih dan perangkat KONI DIY lainnya melakukan vaksin dosis kedua di RS Siloam.

Wakil ketua Umum KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko menginginkan vaksinasi tersebut dapat selesai seluruhnya dalam waktu dekat, supaya pada tahap pemberangkatan kontingen, seluruh atlet beserta lainnya dapat terbebas dari satu syarat tersebut.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Kembali Alami Peningkatan, BPBD Klaten Imbau Warga Selalu Waspada

"Ya semoga urusan vaksinasi ini dapat selesai segera, biar nanti jelang keberangkatan vaksin terakhirnya secara medis sudah bisa bekerja," kata Rumpis.

Sebelumnya ia menjelaskan bahwa proses vaksinasi kali ini sudah diusahakan untuk dipercepat dari jadwal seharusnya, pada 21 Agustus mendatang, jadi maju sehari setelah peringatan hari kemerdekaan.

Hal itu dikarenakan padatnya jadwal atlet dan pelatih untuk melakukan pelatihan, supaya top performa di akhir bulan September besok dapat terealisasikan.

Baca juga: Binda DIY Targetkan Desember Tahun Ini Seluruh Pelajar di DI Yogyakarta Selesai Divaksin

Sampai saat ini Rumpis menyebutkan proses vaksinasi sudah mencapai sekitar 98 persen, artinya tinggal sebagian kecil atlet dan pelatih belum menerima vaksin susulan.

Untuk itu, pihaknya akan mengusahakan mencari vaksin jenis Sinovac yang prosesnya lebih cepat, yakni selama dua pekan daripada vaksin jenis Astrazeneca yang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

"Kita carikan Sinovac nanti, karena vaksin itu yang paling memungkinkan saat ini daripada Astrazeneca yang harus menunggu lama," jelasnya.

Lantas vaksinasi susulan yang akan datang diperkirakan bakal dilakukan pada sekitar akhir bulan Agustus 2021 nanti. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved