Breaking News:

Jawa

Tim Kubur Cepat di Klaten Gunakan APD Lengkap saat Upacara HUT Ke-76 Indonesia

Pelaksanaan upacara itu untuk mengedukasi masyarakat agar taat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di manapun berada agar kasus Korona di Klaten.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Suasana pelaksanaan Upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di Posko TKC Kecamatan Karanganom, Klaten, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tim Kubur Cepat (TKC) Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah melaksanakan upacara bendera Peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia dengan Menggunakan APD Lengkap.

Pelaksanaan upacara kemerdekaan Republik Indonesia itu dilaksanakan di halaman Posko TKC Karanganom yang berada di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Selasa (17/8/2021).

Pantauan Tribun Jogja di lokasi, upacara tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB dan diikuti oleh 38 peserta yang merupakan relawan TKC yang berasal dari Kecamatan Karanganom, Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Jatinom dan Kecamatan Tulung.

Baca juga: Puskesmas di Klaten Ditarget Lakukan Vaksinasi COVID-19 Sebanyak 250 Dosis Setiap Hari

Puluhan peserta yang tergabung dalam TKC eks Kawedanan Jatinom  tersebut saat upacara juga terlihat mengenakan baju hazmat atau APD berwarna putih, masker, serta alat pelindung muka.

"Kita melaksanakan upacara dengan menggunakan APD ini untuk membangkitkan tasa nasionalisme yang saat ini mulai luntur sekaligus untuk menunjukan jika upacara secara normal saat ini belum bisa," ujar Koordinator Pos TKC Karanganom, Heri Prabowo (41) seusai upacara pada awak media.

Menurut dia, pelaksanaan upacara itu juga untuk mengedukasi masyarakat agar taat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di manapun berada agar kasus Korona di Klaten segera melandai.

Adapun pelaksanaan dari upacara tersebut dilakukan secara cepat dan berlangsung sekitar 20 menit saja.

Hal itu, sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku.

Baca juga: Masih PPKM Level 4, Pemkab Klaten Imbau Warga Tak Gelar Perlombaan 17 Agustusan

Disinggung mengenai kendala saat melaksanakan upacara dengan menggunakan APD lengkap, Heri menyebut tidak ada kendala berarti.

"Teman-teman ini sudah biasa memakai APD walau panas-panasan. Tapi tadi kita siasati dengan menyemprot air agar teman-teman tidak terlalu kepanasan," imbuh dia.

Sementara itu, seorang relawan perempuan yang juga ikut upacara, Nurhainah mengaku bangga bisa ikut upacara tersebut.

"Saya bangga bisa ikut upacara dengan menggunakan APD lengkap ini. Di sisi lain, saya juga terharu dengan semua teman-teman relawan yang bekerja selama ini melakukan pemulasaran jenazah Covid-19," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved