Momentum Peringatan Hari Pramuka, Sako SPN DIY Tingkatkan Peduli Lingkungan dan Sampah

Momentum Peringatan Hari Pramuka, Sako SPN DIY Tingkatkan Peduli Lingkungan dan Sampah

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja
Pimpinan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka ke-60 secara virtual dari Aula Kwarda DIY, Sabtu (14/08/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) DIY yang diwakili oleh Ketua dan Sekretaris Pinsakoda, Drs. HM. Geyol Sugiyanta, M.Si. dan H. Ahmad Riyadi, S.Si., M.Kom turut menyukseskan Hari Pramuka ke-60.

Keduanya mengikuti secara daring kegiatan ulang janji Pramuka Kwarda DIY yang dihadiri oleh Ketua Kwarda DIY GKR Mangkubumi (13/8/2021) dan upacara Hari Pramuka (14/8/2021).

Kwarda DIY baru saja meluncurkan sistem informasi kelembagaan dan anggota Pramuka, serta meminta seluruh anggota Pramuka untuk melakukan keteladanan sosial dan adaptif dengan kenormalan baru.

Secara nasional, Sako SPN mendorong kegiatan peduli sampah dan lingkungan hidup di sekitar rumahnya masing-masing.

Gerakan Pramuka yang berbasis pondok pesantren, masjid/musholla, dan majelis taklim Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ini memiliki program utama membentuk generasi muda yang profesional religius.

Untuk itu, Sako SPN senantiasa mendorong anggotanya supaya banyak berkegiatan positif dan terus berkontribusi bagi Bangsa Indonesia.

Hal ini tentu bermanfaat guna pembentukan kebiasaan, tabiat dan karakter setiap anggota Pramuka.

Hari Pramuka 2021 mengusung tema “Berbakti Tanpa Henti”. Hal ini menyiratkan semangat Pramuka untuk berbakti tiada henti di semua bidang kehidupan.

Hari Pramuka sendiri bermula pada 14 Agustus 1961 saat Presiden Soekarno menyatukan gerakan kepanduan se-Indonesia.

Namanya diusulkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Poromuko adalah kata yang menginspirasinya, yakni pasukan perang yang berada di paling depan. Pramuka diejawantahkan pula menjadi Praja Muda Karana atau “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”.

Sementara itu, Wakil Ketua II Pimpinan Saka Wanabakti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. mengungkapkan bahwa Hari Pramuka merupakan saat tepat untuk refleksi diri akan berbagai kegiatan yang diminati oleh generasi muda.

Dosen Fakultas Kehutanan UGM dan anggota Sakoda SPN DIY inipun meminta Pramuka terutama anggota Sako SPN DIY agar dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam tumbuhan herbal.

Upaya ini bermanfaat untuk mengisi waktu selama di rumah saja, menghemat anggaran pembelian obat dan mendukung peningkatan imun dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

Hal ini sejalan pula dengan program Sako SPN "Kemandirian Pangan Berbasis Halaman Rumah" yang digulirkan sejak April 2021. Bantuan dan perhatian dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pun telah menyemangati anggota Sako SPN untuk berternak dan bertani di halaman rumah.

Sako SPN juga meluncurkan kegiatan "Pengelolaan Sampah Rumah Tangga". Selain membiasakan anggota Pramuka hidup bersih dan hemat cermat, kegiatan ini diharapkan dapat membantu komunitas dan masyarakat Indonesia dalam penanganan sampah.

Target Sako SPN yakni mengelola 80 persen sampah organik di setiap rumah, pondok pesantren, masjid/musholla, dan majelis taklim LDII.

Dengan demikian, hanya 20 persen sampah bukan organik yang dikeluarkan dari rumah atau komunitas.

"Semoga langkah serentak gerakan Pramuka ini bisa menjadikan Indonesia yang bersih dan sehat. Generasi muda Indonesia pun berkarakter dan bertabiat baik, cinta lingkungan dan peduli sampah," katanya. (rls)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved