Daerah Istimewa Yogyakarta Gelar Sekolah Tatap Muka Asalkan Syarat Ini Terpenuhi

Sekolah tatap muka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum akan digelar sebelum seluruh siswa sekolah menjalani vaksinasi Covid-19.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Santo Ari
Vaksinasi untuk pelajar di SMAN 3 Bantul, Kamis (12/8/2021) 

Tribunjogja.com Yogyakarta -- Sekolah tatap muka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum akan digelar sebelum seluruh siswa sekolah menjalani vaksinasi Covid-19.

Awalnya pemerintah pusat telah memberi lampu hijau bahwa sekolah tatap muka bisa dilaksanakan secara terbatas di wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3.

Pertimbangan untuk menggelar sekolah tatap muka tidak hanya mengacu pada penurunan level PPKM, namun juga cakupan vaksinasi di kalangan pelajar usia 12-17 tahun.

"Seandainya kita level 3 pun untuk membuka tatap muka kita tetap akan memperhitungkan vaksinasi anak-anaka 12-17," tutur Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui di kantornya, Jumat (13/8/2021).

Langkah itu ditempuh karena saat ini virus varian Delta telah menyebar.

Virus ini lebih mematikan dan tingkat penularannya jauh lebih tinggi dibandingkan varian-virus sebelumnya sehingga juga membahayakan anak-anak.

"Tingkat resiko penularan terhadap anak-anak kan tinggi. Kalau dulu anak-anak kan ini jarang yang kena tapi untuk varian baru ini bisa sampai ke anak-anak. Jadi untuk mempertimbangkan tatap muka atau tidak tidak hanya level daerahnya tapi juga vaksinasi," jelasnya.

Sejalan dengan Aji, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana memandang bahwa kebijakan yang ditempuh oleh Pemda DIY adalah keputusan yang tepat.

Pihak eksekutif perlu benar-benar memastikan bahwa keputusan untuk membuka sekolah tatap muka harus didasari segala upaya untuk menekan potensi penularan Covid-19 di sekolah.

Salah satunya melalui pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada siswa maupun guru dan tenaga kependidikan.

"Saya sepakat itu karena penularan masih tinggi. Yang jelas salah satu cara atau ikhtiar yang logis itu pakai vaksinasi. Saya juga mendorong vaksinasi ini bisa selesai dua bulan lagi, September Oktober bisa selesai," terang Huda.

Selain itu, Pemda DIY juga harus memastikan bahwa penularan di DIY memang sudah dapat ditekan. Salah satu indikatornya adalah penurunan level pada kebijakan PPKM.

Sejauh ini, PPKM di DIY masih berada di level 4 sehingga laju penularan yang terjadi masih tergolong tinggi.

"Kalau belum tervaksin resikonya juga besar tidak hanya anak-anak dan orang tua keluarga mereka beresiko. Yang jelas sekolah bisa masuk harus mempercepat vaksinasi," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved