Breaking News:

Feature

Angsuran Bank Jalan Terus, Pengusaha di Klaten Ramai-Ramai Jual Sound System

Sejumlah pengusaha rental sound system di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ramai-ramai menjual peralatan.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
JUAL SOUND SYSTEM - Sejumlah pengusaha rental sound system menawarkan peralatan di tepi Jalan Yogyakarta-Solo, tepatnya di Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (9/8/2021) lalu. 

Sejumlah pengusaha rental sound system di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ramai-ramai menjual peralatan. Mereka melakukannya lantaran tak menerima orderan selama pandemi Covid-19.

MENGGUNAKAN pengeras suara serta mobil bak terbuka, beberapa pengusaha rental sound system tampak menawarkan peralatan kepada pengguna Jalan Yogyakarta-Solo, tepatnya di Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Senin (9/8/2021).

Pantauan Tribun Jogja, mereka memajang peralatan di atas bak mobil, yang diparkir di tepi jalan tersebut. Peralatan yang dipajang, antara lain, speaker dan mixer. Terlihat pula beberapa lembar kertas karton yang ditulisi. Intinya, mereka butuh uang.

Seorang pengusaha rental sound system, Herman (42), mengaku terpaksa menawarkan semua peralatan di tepi Jalan Yogyakarta-Solo lantaran tak sekalipun mendapatkan penyewa selama pandemi Covid-19, yang berlangsung sejak Maret 2020.

“Hampir satu setengah tahun, kami benar-benar tidak ada job. Padahal, kami harus tetap hidup, butuh makan, dan membiayai keluarga. Di lain sisi, kami punya tanggungan pinjaman di bank. Kami harus mengangsur utang setiap bulan,” kata Herman.

Ia memang membeli sound system dengan cara meminjam uang di bank. Alih-alih melunasi, di tengah menyicil pinjaman, ia dan sesama pengusaha rental sound system di Kabupaten Klaten harus menghadapi kenyataan terdampak pandemi Covid-19.

“Anggap saja usaha kami sudah bangkrut. Saya dan lima pengusaha rental sound system di Kabupaten Klaten pun memutuskan untuk menjual semua peralatan. Kalau ada peminat, tanpa pikir panjang, kami akan langsung melepasnya,” tambahnya.

Herman mematok harga Rp20 juta untuk satu set sound system. Peralatan yang kini ia tawarkan kepada peminat hanyalah sebagian kecil. Di rumah, ia masih punya beberapa set sound system. Ia berharap kondisi segera normal agar usahanya berjalan lagi.

Senada dengan Herman, Jaka Trianta (40), pengusaha lain rental sound system di Kabupaten Klaten, serius menjual peralatan karena tidak memiliki pemasukan. Selama 13 tahun menekuni usaha itu, baru kali ini ia mengalami dampak paling parah.

“Kami sudah habis-habisan sejak Maret 2020 lalu. Kami tidak tahu, sampai kapan kondisi bakal begini. Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah yang mendukung kelangsungan usaha sound system,” ujar pria yang karib disapa Jaka Nada tersebut.

Kebijakan yang ia maksud adalah pemerintah mulai memperbolehkan gelaran hajatan dengan protokol kesehatan ketat. Pasalnya, kalau situasi terus-menerus berlangsung seperti sekarang, ia dan rekan-rekan akan kelimpungan ditambah terlilit utang.

“Semua peralatan saya jual Rp15 juta. Uang hasil penjualan bakal saya pakai untuk mengangsur pinjaman serta biaya hidup keluarga. Saya benar-benar terpuruk akibat pandemi Covid-19. Semoga kondisi segera normal,” tukasnya. (almurfi syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved