Breaking News:

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Sebaran Abu Vulkanik Tak Pengarungi Penerbangan di Bandara YIA

Selain itu, penerbangan di bandara tersebut juga sudah melalui jalur selatan. Artinya tidak melewati di atas Gunung Merapi. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
Suasana di Dropzone keberangkatan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Temon, Kabupaten Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi berpotensi berpengaruh terhadap penerbangan di Bandara Yogyakarta Internasional Aiport (YIA) di Temon, Kabupaten Kulon Progo. 

Namun sebaran abu vulkanik yang baru saja terjadi hari ini tidak mempengaruhi penerbangan di YIA. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Bandara YIA, Warjono saat dihubungi, Minggu (8/8/2021). 

Baca juga: Dua Kecamatan di Kabupaten Magelang Diguyur Abu Tipis Merapi

Baca juga: BREAKING NEWS : Hujan Abu Tipis Gunung Merapi Terjadi di 6 Titik Lokasi

Ia menerangkan kebetulan selama pandemi Covid-19 ini, jumlah penerbangan melalui YIA sedikit hanya 10 bahkan kadang cuma enam kali penerbangan per hari. 

Selain itu, penerbangan di bandara tersebut juga sudah melalui jalur selatan. Artinya tidak melewati di atas Gunung Merapi. 

Sehingga tidak terdampak oleh sebaran abu vulkanik dari gunung tersebut.

Penyebaran abu vulkanik saat ini menurutnya juga masih di seputaran wilayah yang berdekatan dengan gunung merapi dan mengarah ke barat daya. 

Baca juga: Guguran Awan Panas Merapi Capai Jarak 3.000 Meter, Hujan Abu Tipis di Beberapa Wilayah Magelang

Baca juga: Minggu Pagi Ini Gunung Merapi Luncurkan 5 Kali Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Maksimum 3 Km

"Kalau mempengaruhi jumlah penerbangan saya kira tidak karena jumlah penerbangan di YIA berkurang selama pandemi Covid-19. Dan tingkatan abu vulkanik masih rendah serta tidak menyebar sampai ke wilayah bandara-bandara di Yogyakarta," tutur Warjono. 

Namun apabila nantinya terjadi erupsi yang cukup tinggi, pihaknya akan memberikan informasi dimana ada abu vulkanik yang membahayakan bagi penerbangan. 

Pemberian informasi tanda bahaya akan dilakukan melalui pengamatan radar maupun satelit. Disebar melalui jaringan kusus bandara dan info umum di media sosial.  (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved