Otomotif

Restorasi Yamaha AS3 Twin 125 : Nostalgia Era Awal Motor Sport Dua Silinder di Indonesia

Yamaha AS3 Twin 125 kini menjadi buruan para collector item dan tidak tanggung-tanggung baderol harganya pun kini sangat fantastis.

istimewa
Yanuar Trianto (44), owner Yamaha AS3 Twin 125 sekaligus pemilik bengkel motor klasik, Jogja Jadoel Garage. 

"Yamaha AS3 Twin ini kami garap mati-matian, cari partnya susah, kemudian kalau ada pun harganya selalu perih," ujar pemilik bengkel motor klasik yang terletak di  Demangan, Selomartani, Kalasan, Sleman ini.

"Kalau part yang paling mahal mungkin speedometer, kemudian karbu orisinil bisa tembus Rp 6 juta, satu set kanan-kiri. Untuk piston, stang piston, bisa cari lewat online atau komunitas. Bahkan kita cari hingga ke luar negeri, sebab part Yamaha AS3 Twin itu sama dengan versi luar Yamaha RD," lanjutnya.

"Saya katakan membangun motor klasik ini seperti seni, jadi tidak heran apabila dihargai mahal. Apalagi kalau restorasi full orisinil, pastinya butuh waktu dan kesabaran untuk hunting tiap partnya," tambahnya.

Baca juga: Transformasi Yamaha SR400 Bergaya Old School Tulen

Sedikit flashback, Yanuar menceritakan Jogja Jadoel Garage yang melayani jual beli, serta restorasi motor klasik ini berdiri sekira tiga tahun lalu dan tak lepas dari jasa sang kakak.

"Justru sebelum menekuni motor klasik, saya lebih dulu menekuni usaha jual-beli mobil klasik. Kemudian ada tawaran menarik yakni sebagai driver online, dan kebetulan waktu itu saya memiliki beberapa sopir, dan saya sendiri menjalankan satu unit," buka Yanuar.

"Namun driver online itu kan jamnya nggak tentu, bahkan sampai dini hari karena menunggu penumpang. Hingga suatu hari saya mendapat sebuah musibah yang menyebabkan tangan kiri saya tidak bisa berfungsi normal karena sering terpapar AC, diagnosa dari dokter terkena frozen shoulder," tambahnya.

Di saat putus telah putus asa, ia lantas mencurahkan keluh kesahnya pada sang kakak yang merupakan seorang kolektor motor klasik di Kediri.

"Beliau lantas memberikan wejangan, mengatakan bahwa saya kan sejak kuliah sudah menggemari motor-motor klasik, kenapa tidak hobi dijadikan hoki? Itu yang akhirnya membuat mindset saya berubah," kata Yanuar.

Setelah itu, ia lantas diminta untuk datang ke Kediri. Di samping pemulihan kondisi tangan kirinya, juga untuk 'kursus' mendalami motor klasik dari teman-teman kakaknya, ke pasar loak, hingga ke komunitas.

"Namun sampai situ saya belum menangkap maksud dari kakak saya, hingga akhirnya saya kembali ke Jogja. Setelah minggu pertama di Jogja,  saya diberi tantangan untuk menjualkan lima unit motor yang beliau kirim dari Kediri, kebetulan yang dirim saat itu motor-motor kelas Twin," kata Yanuar.

"Ternyata dari 5 motor itu, laku terjual hanya dalam waktu 1 bulan. Jadi awal mula berdiri fokusnya memang jual-beli motor klasik, namun seiring waktu dengan adanya permintaan dari customer, akhirnya kami juga mengerjakan proses restorasi dan juga menyediakan part-part motor klasik," pungkasnya.

Baca juga: Transformasi Yamaha SR400 Ala Old Scrambler, Bergaya Old School Tulen, Jadi Makin Menarik

Spesifikasi Yamaha AS3 Twin 125
Tahun: 1973-1977

Mesin: 2-stroke, 2 silinder
Kapasitas mesin: 125cc
Bore x stroke: 43 x 43 mm

Max. power: 11.7 kw (16 hp) @ 9800 rpm
Top speed: 127 kpj
Pendingin: udara
Transmisi: 5-speed

Dimensi:
Tangki bbm: 9 liter
Berat: 105 kg
Starter: kick

Suspensi:
– depan: telescopic
– belakang: swing arm, double shockbreaker
Rem:
– depan: tromol
– belakang: tromol
Ban:
– depan: 2.50-18″
– belakang: 2.50-18″

( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved