Menko Marves Targetkan 72 Juta Penduduk Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19 di Agustus

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut bahwa pemerintah akan meningkatkan cakupan vaksinasi

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut bahwa pemerintah akan meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 harian 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut bahwa pemerintah akan meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 harian hingga mencapai empat hingga lima kali lipat dalam rentan waktu dua bulan kedepan.

Diungkapkan Luhut usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pendapa Agung Royal Ambarrukmo pada Jumat (6/8/2021), pemerintah menargetkan untuk menyuntikkan vaksin kepada 72 juta sasaran di bulan Agustus ini.

Percepatan vaksinasi pun perlu dilakukan di sejumlah daerah. Mulai dari DKI Jakarta, Bandung Raya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang dan Bali. 

Baca juga: Dukung Asupan Protein, Ratusan Nakes dan Warga Isoman di Yogyakarta Dibekali Telur dan Daging

"Bulan ini kita punya target 72 juta lebih dan 35 juta lebih di Jawa. Ini syarat utama industri dibuka," terang Luhut.

Dengan demikian, vaksinasi Covid-19 bisa dituntaskan kepada 200 juta penduduk di bulan Desember tahun ini..

Untuk menekan laju penularan Covid-19, Luhut juga memastikan bahwa penerapan 3T di daerah telah berjalan baik. 

Yang dimaksud 3T meliputi tindakan melakukan tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19 (treatment).

"Treatment itu relatif sudah berjalan dengan baik. Kami menyiapkan isoter jumlahnya 49 ribu lebih di Jawa dan Bali namun baru terisi 25 persen," jelasnya.

Untuk testing dan tracing, pemerintah menargetkan ada sekitar 300-400 orang yang dites dalam sehari.

Dengan peningkatan jumlah orang yang dites, maka harapannya angka positivity rate di Indonesia dapat segera ditekan.

"Angka testing tracing 300-400 ribu perhari sehingga positivity rate bisa diturunkan," bebernya.

Baca juga: Sambangi Selter Isolasi Terpusat di Kota Yogyakarta, Ini Pesan Menko Luhut untuk Pasien Covid-19

Luhut pun juga mendorong warga DI Yogyakarta yang menjalani isoman di rumah untuk pindah ke selter isolasi terpusat. Sehingga kondisinya akan terus terpantau oleh petugas medis.

"Di Yogya pun demikian supaya tidak ada klaster-klaster keluarga lagi," jelasnya.

Jika kasus terkonfirmasi dapat ditekan, pemerintah memberi sinyal bahwa aktivtias ekonomi dapat kembali dibuka seperti sedia kala.

"Kalau ini lakukan semua, Yogya sekitarnya dan seluruhnya akan bertambah baik. Kalau itu sudah bagus, baru bertahap kita longgarkan," jelasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved