Breaking News:

WHO Meminta Seluruh Negara Hentikan Sementara Suntikan Booster Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Seruan untuk menghentikan booster vaksin Covid-19 benar-benar ditekankan oleh organisasi kesehatan dunia yang berada di bawah naungan PBB itu.

Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
Logo World Health Organization (WHO) 

"Titer antibodi ada penurunan untuk vaksin Sinovac, maka bisa direncanakan booster tapi setelah 12 bulan, tahun depan kita laksanakan booster kepada masyarakat umum," kata Nadia, Rabu (4/8/2021).

Nadia menegaskan, hingga saat ini, vaksin dosis ketiga hanya diberikan untuk tenaga kesehatan. Sebab, kata dia, nakes lebih berisiko terpapar Covid-19 dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.

Baca juga: 6.000 Ibu Hamil Akan Divaksin Moderna Pekan Ketiga Bulan Agustus

Baca juga: BP2MI DI Yogyakarta Lakukan Percepatan Vaksinasi untuk Pekerja Migran

"Kita tahu risiko terpaparnya nakes itu sangat besar pada saat kasus meningkat jauh, sehingga perlu ditambah proteksi tambahan," ujarnya.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, ITAGI juga menyarankan agar ada penelitian penunjang guna mendapatkan data yang evidence based untuk menentukan vaksinasi booster pada semua masyarakat secara massal.

Adapun penelitian yang disarankan adalah pemeriksaan titer antibodi anti-RBD pada 2-4 minggu pasca-vaksinasi booster dilakukan secara acak.

Kemudian, pemantauan break-through of severe Covid-19 case pada semua nakes yang diberikan booster vaksin.

(Tribunnews.com/kompas.com)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved