Breaking News:

Jawa

Sumur-sumur Mulai Mengering, Warga Kembanglimus Harus Sewa Truk untuk Dapatkan Air Bersih

Kembanglimus di Kabupaten Magelang selalu menjadi langganan kekurangan air bersih tiap memasuki musim kemarau.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Seorang warga Kembanglimus, Kabupaten Magelang membawa air bersih setelah mendapatkan droping dari BPBD Magelang, Kamis (05/08/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Desa yang berada sekitar tiga kilometer dari Candi Borobudur yakni Kembanglimus di Kabupaten Magelang selalu menjadi langganan kekurangan air bersih tiap memasuki musim kemarau.

Hal ini membuat warga Desa tersebut, harus berupaya mencari sumber air agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Satu di antaranya, Bagir (66) yang harus rela menyewa truk untuk mendapatkan  pasokan air bersih.

"Kalau sudah musim kemarau begini, sumur-sumur pada kering. Kalau mau ambil air ya , ke Desa seberang. Biasanya pakai truk, truknya sewa sekali angkut biayanya Rp150 ribu, itu untuk pemakaian setengah bulan saja. Kalau airnya gratis, diambil dari sumur warga di sana. ," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Kamis (05/08/2021).

Ia menambahkan, sebenarnya ada lokasi yang lebih dekat untuk mendapatkan air bersih.

Baca juga: BPBD Magelang Lakukan Droping Air Bersih di Desa Kembanglimus dan Kenalan

Hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari tempat tinggalnya namun kondisi sumber mata air itupun ikut mengering sama seperti sumur-sumur warga.

"Biasanya, kalau musim kemarau begini. Walaupun, sumur di rumah kering masih bisa menampung dari sumber air di Ngasinan. Jaraknya hanya 1 kilometer dari rumah dan bisa diangkut naik motor. Tetapi, kemarau kali ini sumber air di sana (Ngasinan) juga mulai mengering," terangnya.

Ia mengatakan, kekurangan air mulai dirasa sejak Juli lalu.

Namun, puncaknya pada awal Agustus di mana sumur-sumur milik warga secara merata mulai mengering.

Sehingga, warga pun meminta bantuan dari pemerintah Magelang untuk mendapatkan stok air bersih. 

"Ya, karena memang sudah tidak ada lagi sumber air yang bisa dipakai. Jadi, kami langsung lapor ke petugas BPBD setemapat untuk mendapatkan pasokan air," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved