Breaking News:

Ketua Koperasi Jadi Tersangka Jual Beli Lapak Kios Parkir Abu Bakar Ali Kota Yogyakarta

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Yogyakarta membongkar praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) perkara jual beli lapak kios di parkiran Abu Bakar

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Suasana lapak di parkiran ABA Kota Yogyakarta masih sepi, Kamis (5/8/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Yogyakarta membongkar praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) perkara jual beli lapak kios di parkiran Abu Bakar Ali (ABA) di Kawasan Malioboro Kota Yogyakarta.

Tim penyidik dari Kejari Kota Yogyakarta menetapkan Ketua Koperasi Malioboro Abu Bakar Ali (Komaba) ES (54) sebagai tersangka dalam perkara ini.

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kota Yogyakarta Lilik Andriyanto mengatakan, kasus itu bergulir dan diselidiki pihak Kejari Yogyakarta pada 2014-2016 silam.

Proses hukum itu pun saat ini sudah dilimpahkan dari penyidikan ke tahap penuntutan tersangka.

"Dari 2014 sampai 2016. Intinya sekarang mau dilimpahkan dari penyidikan ke penuntutan," katanya, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Dinas Perhubungan Buka Akses Masuk ke Bantul Melalui Simpang Wojo dan Druwo

Lilik mengatakan, Warga Badran, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan tindak pidana pencucian uang dengan pasal yang disangkakan yakni pasal 3 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.

ES diduga telah menyalahgunakan wewenang sebagai Ketua Komaba dengan melakukan jual beli lapak kios di tempat parkir umum Abu Bakar Ali.

"Dia bukan PNS tapi ada surat kuasa khusus untuk mengatur parkir Abu Bakar Ali. Dia melaksanakan itu dengan surat tugas dari pemerintah Kota Yogyakarta. Jadi meski bukan PNS masih berkaitan uang negara," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Lilik menjelaskan, tersangka ES menjual lapak atau kios di sekitar parkir ABA untuk keuntungannya sendiri dengan harga yang variatif sesuai letak kios yakni berkisar Rp 100 juta.

Berdasarkan data penyidik Kejari Kota Yogyakarta, ada sekitar 40 kios yang telah dijual oleh tersangka ESdengan total nilai transaksi mencapai Rp 4,1 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved