Breaking News:

Kasus Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Covid-19 hingga Rp16 Juta di Semarang, Ini Cerita Relawan

Oknum pelaku pungli disebut meminta kepada keluarga korban sejumlah keluarga korban, untuk prosesi pemakaman jenazah Covid-19. 

Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
Foto Ilustrasi : Tim kubur cepat Al-Fatah Rejowinangun saat melakukan pemakaman jenazah dengan prosedur COVID-19 beberapa waktu lalu. 

Dia pun berharap agar tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan oleh pihak yang ingin mengeruk keuntungan di tengah pagebluk.

"Pemakaman yang dibantu relawan itu gratis. Kalaupun harus keluar biaya, biasanya yang dimakamkam di TPU yang dikelola warga. Keluarga hanya keluar biaya kebutuhan peti, batu nisan dan ubo rampe lainnya sekitar. Kalau penggalian dan tenaga penggali juga ada yang berbayar. Total biaya mungkin kisaran Rp 3-5 juta. Tidak sampai Rp 16 juta, itu sudah kebangetan," ujar Lucky.

Dia menjelaskan selama ini turut terlibat membantu penanganan penakaman jenazah Covid-19 di Kota Semarang baik dari rumah sakit maupun di rumah.

Keluarga pasien meninggal di rumah sakit memang tidak dipungut biaya karena biasanya dimakamkan di TPU yang dikelola Pemerintah Kota Semarang.

Sedangkan pasien yang meninggal di rumah hanya perlu mengeluarkan biaya untuk membeli peti dan penggalian karena dimakamkam di TPU yang dikelola warga setempat.

"Kalau kita menangani pemakaman untuk peti dan ambulans benar-benar gratis. Kita lebih utamakan membantu warga yang meninggal saat isoman di rumah. Kalau di rumah sakit biayanya juga gratis karena dimakamkam di TPU yang dikelola Pemkot Semarang," katanya.

Hasil Penelusuran

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Ali, mengaku telah mengetahui kabar dugaan pungli tersebut.

"Setelah ditelusuri dugaannya di makam yang dikelola warga. Bukan yang dikelola Pemkot. Petugas kita tidak ada yang memungut biaya karena pemakaman Covid-19 gratis di TPU Jatisari," katanya saat dihubungi, Kamis (4/8/2021).

Ali menjelaskan, pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Jatisari tidak perlu mengeluarkan biaya karena disediakan gratis untuk warga yang meninggal.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved