Breaking News:

27 Persen Pasien Covid-19 di Bantul Meninggal di Rumah

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengungkapkan angka kematian akibat Covid-19 di wilayahnya mencapai 2,37 persen per 3 Agustus 2021.

Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Calon Bupati Bantul Terpilih, Abdul Halim Muslih saat dijumpai di rumahnya, Kamis (25/02/2021) 

TRIBUN JOGJA COM, BANTUL - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengungkapkan angka kematian akibat Covid-19 di wilayahnya mencapai 2,37 persen per 3 Agustus 2021. Angka ini berada di bawah angka nasional yang sebesar 2,8 persen.

"Kita harus menekan angka kematian ini dengan beragam tindakan antisipatif. Saat ini distribusi kematian akibat Covid-19 sebanyak 71 persen ada di rumah sakit. Hal yang mengejutkan, sekitar 27 persen pasien Covid meninggal di rumah," ujarnya saat rapat koordinasi Forkopimda, Rabu (4/8).

Masih tingginya angka kematian ini menurutnya karena banyak masyarakat lebih memilih isolasi mandiri (isoman) daripada dirawat di selter. Hal ini menunjukkan bahwa rumah bukan tempat terbaik untuk isoman, terutama bagi pasien bergejala sedang dan berat.

Penyebab lainnya di Bantul adalah masih adanya antrean panjang di RS rujukan serta kondisi pasien sudah dalam keadaan buruk ketika datang. Terlebih, banyak pasien memiliki komorbid dan berstatus lansia. Di samping itu, masih banyak masyarakat yang melakukan tes mandiri, namun tidak melaporkan ke puskesmas dan kondisinya tak terpantau.

Maka dari itu, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka kematian. Selain pemberian obat dan vaksinasi, pihaknya juga menambah kapasitas ruang IGD, ICU dan HCU di RS Lapangan Bambanglipuro, RS Panembahan Senopati (RSPS), dan RS PKU Bantul. Juga, melakukan pengadaan instalasi generator oksigen di RSPS dan menambah transportasi rujukan menggunakan ambulan desa atau kendaraan yang disediakan satgas.

“Hari Kamis kita uji coba (generator), dan Jumat kita launching. Sehingga, bisa kita jamin tidak ada lagi kelangkaan oksigen di Bantul, khususnya untuk RSPS dan sisanya nanti akan kita perbantukan untuk masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19, secara gratis," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Rahardjo mengungkapkan bahwa generator ini mampu menghasilkan 500 liter oksigen per menit atau setara untuk kebutuhan 250 kamar. Ia menekankan bahwa generator ini utamanya untuk mencukupi kebutuhan di rumah sakit. Namun demikian, Bupati membuat kebijakan bahwa sebagian dihibahkan atau diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, melalui satgas desa.

"Tentu pengambilannya tidak di rumah sakit. Kalau tidak salah, nanti distribusi oksigen di rumah dinas Bupati, agar tidak crowded di rumah sakit," ungkapnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved