Breaking News:

Polres Magelang Salurkan 8,8 Ton Beras

Sebanyak 8,8 ton beras dari Kemenko Marves disalurkan oleh Polres Magelang kepada warga terdampak perpanjangan PPKM Level 4.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Agus Wahyu
Dokumentasi Polres Magelang
PENYALURAN BERAS - Petugas Polres Magelang saat menyalurkan bantuan beras dari Kemenko Marves ke sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 8,8 ton beras dari Kemenko Marves disalurkan oleh Polres Magelang kepada warga terdampak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Bantuan beras tersebut disebar sejumlah polsek jajaran di wilayah Polres Magelang.

Kasubbaghumas Polres Magelang, Iptu Abdul Muthohir mengatakan, pembagian beras dilakukan sejak Selasa (3/8) dengan setiap Polsek menerima rata-rata 80 kemasan beras yang akan dibagikan ke masyarakat. "20 Polsek telah menerima rata-rata 80 pack (kemasan) untuk disalurkan kepada masyarakat. Satu kemasan berisi 5 kilogram beras," jelas Iptu Abdul, Rabu (4/8/2021).

Namun, terdapat dua Polsek yang mendapatkan jumlah berbeda karena harus menyalurkan bantuan kepada pelaku wisata di daerahnya. Kedua Polsek tersebut yaitu Polsek Mungkid yang mendapatkan tambahan 25 pack untuk pelaku wisata rafting. Polsek Sawangan mendapat tambahan 20 pack untuk pelaku wisata di lereng Merbabu.

"Selain pemberian bantuan, kami juga terus melakukan sosialisasi dan penertiban terkait protokol kesehatan. Hal tersebut akan terus kami lakukan. Penyekatan di perbatasan Magelang-Yogyakarta tetap masih terus kami lakukan," jelasnya.

Pihaknya juga mengharapkan masyarakat dapat membatasi kegiatan yang dilakukan di luar ruangan sehingga dapat membantu menekan angka penyebaran Covid-19 yang masih terus terjadi. Apalagi, PPKM di Kabupaten Magelang masuk di level 4 yang artinya laju penularan Covid-19 masih cukup tinggi.

"Untuk itu kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk patuh terhadap Protokol kesehatan. Hindari dan hati-hati dengan konten media sosial yang menyesatkan. Pastikan dulu kebenaran informasi yang diterima," imbuhnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved