Breaking News:

Berita Kesehatan

Penyebab Timbulnya Rasa Sakit pada Wanita Saat Berhubungan Intim

Banyak wanita yang mengalami dispareunia. Ini merupakan istilah medis untuk menggambarkan hubungan intim yang menyakitkan

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak wanita yang mengalami dispareunia. Ini merupakan istilah medis untuk menggambarkan hubungan intim yang menyakitkan. Rasa sakit bisa dirasakan di bagian alat vital atau jauh di dalam panggulnya.

Nyeri ini mungkin terasa tajam, terbakar, atau seperti kram saat menstruasi.

Nyeri saat berhubungan intim mungkin terasa seperti berasal dari dalam panggul. Wanita sering melaporkan perasaan bahwa ada sesuatu yang menabrak di dalam diri mereka.

Dispareunia menjadi salah satu penyebab wanita tidak bisa menikmati hubungan intim mereka, selain akibat dari kurangnya hasrat seksual, ketidakmampuan untuk terangsang, kurangnya orgasme, atau klimaks seksual.

Baca juga: 4 Tips Hubungan Intim Bagi Wanita yang Sudah Menopause

Apa penyebab dispareunia?

Dispareunia dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk di antaranya ;

  • Infeksi (seperti infeksi jamur, infeksi saluran kemih)
  • Cedera pada alat vital.
  • Peradangan pada alat vital. Peradangan bisa sangat parah sehingga memakai celana bisa menyebabkan rasa sakit.
  • Diafragma atau penutup serviks yang tidak pas. Ini adalah metode pengendalian kelahiran.
  • Kejang otot di sekitar alat vital. Bagi beberapa wanita, rasa sakit akibat kejang sangat parah sehingga tidak mungkin melakukan hubungan intim.
  • Alat vital kering. Ini mungkin disebabkan oleh menopause dan perubahan kadar estrogen. Estrogen adalah hormon. Bisa juga dari foreplay yang kurang sebelum berhubungan.
  • Kelainan di dalam rahim. Ini bisa termasuk pertumbuhan fibroid, jika rahim miring, atau jika rahim turun (jatuh) ke dalam vagina.
  • Kondisi atau infeksi tertentu pada ovarium.
  • Operasi sebelumnya. Ini mungkin meninggalkan jaringan parut yang bisa menimbulkan rasa sakit.
  • Endometriosis (jaringan parut di luar rahim yang tidak berhubungan dengan pembedahan).
  • Penyakit radang panggul.
  • Menjadi tegang saat berhubungan intim atau tidak bisa terangsang.

Baca juga: Cara Mencegah Menopause Dini

Bisakah dispareunia dicegah atau dihindari?

Tergantung pada penyebab dispareunia yang Anda alami, hal ini dapat dicegah melalui pengobatan.

Misalnya jika disebabkan oleh kekeringan pada organ vital atau kurangnya pemanasan, dapat dicegah dengan penggunaan pelumas.

Pengobatan dispareunia

Perawatan tergantung pada apa yang menyebabkan rasa sakit Anda. Termasuk di antaranya penggunaan pelumas (produk yang dijual bebas), antibiotik untuk infeksi, jenis kontrasepsi yang berbeda, atau operasi.

Hidup dengan dispareunia mungkin tidak nyaman secara fisik. Namun, hal itu juga dapat memengaruhi hubungan seksual Anda. Mengantisipasi rasa sakit saat berhubungan intim bisa membuat Anda menghindarinya.

Ini dapat mengubah jenis alat kontrasepsi yang Anda gunakan yang mungkin nyaman atau tidak nyaman bagi Anda. (*/MedinePlus/FamilyDoctor)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved