Breaking News:

Generator Oksigen RSUD Nyi Ageng Serang Segera Terpasang

Pengadaan instalasi generator oksigen bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang segera terealisasi.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
Tribun Jogja/ Irvan Riyadi
RSUD Wates Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO – Pengadaan instalasi generator oksigen bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang segera terealisasi. Generator tersebut saat ini dalam tahap pemasangan.

Direktur Utama RSUD Nyi Ageng Serang, Hunik Rimawati mengatakan alat itu sampai pada 1 Agustus 2021 lalu. Generator oksigen tersebut diproduksi oleh PT Poly Jaya Medikal, Depok, Jawa Barat. Sementara distributornya PT Rajawali Nusindo, Yogyakarta.

"Alhamdulillah alatnya sudah sampai di RSUD Nyi Ageng Serang (NAS). Ini baru tahap pemasangan. Semoga segera bisa dioperasionalkan," katanya, Selasa (3/8/2104).

Rencananya generator oksigen di RSUD NAS dioperasionalkan pada pertengahan Agustus ini. Jika sudah dioperasionalkan, alat tersebut mampu menghasilkan oksigen hingga dua tabung besar dalam satu jam. Sehingga, bila dioperasikan selama 20 jam dapat menghasilkan 40 tabung.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menganggarkan dana sekitar Rp3,5 miliar untuk pengadaan generator oksigen tersebut. Instalasi ini untuk menunjang penanganan kasus penularan Covid-19 yang cenderung meningkat sejak pertengahan Juni lalu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut kurva penularannya kini cukup landai, meski perkembangannya pada Juli 2021 masih cukup tinggi.

"Akhir-akhir ini kurvanya cukup landai sehingga sedikit lega. Tidak menunjukkan tanda-tanda yang menjulang," kata Sri Budi Utami, Kepala Dinkes Kulon Progo.

Ia mengakui angka kasus pada Juli 2021 mengalami kenaikan hampir tiga kali lipat bila dibandingkan Juni 2021. Jumlah pasien yang terpapar Covid-19 pada Juli 2021 sebanyak 8.309 orang, sementara di Juni 2021 hanya 2.530 orang.

Oleh sebab itu, upaya pencegahan perlu ditingkatkan lagi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Sebab, diperkirakan virus Covid-19 varian Delta juga sudah menyebar luas sehingga dibutuhkan penangkal.
Daya tahan menjadi hal yang penting, karena itu pihaknya juga mengimbau masyarakat agar segera mendaftarkan diri untuk mengikuti vaksinasi. Dinas Kesehatan juga sudah menambah sasaran kalangan pelajar, meski prioritas utama tetap lansia yang rentan terhadap penyakit.

“Dengan begitu pelaksanaan vaksinasi berjalan secara bersama-sama. Selain itu, kami juga meningkatkan tracing, testing dan treatment (3T) di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes),” katanya. (scp)

Selengkapnya baca Tribun Jogja 4 Desember 2021 halaman  04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved