Breaking News:

PSS Sleman

Dejan Sebut PSS Sulit Tampil Baik Jika Kompetisi Digelar 20 Agustus

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengatakan bakal sulit bagi timnya untuk dapat tampil baik di kompetisi Liga 1 2021/2022, yang diputar 20 Agustus.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
dok.istimewa
Dejan Antonic memberi keterangan seusai laga uji coba lawan Persiba Balikpapan, Sabtu (12/6/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengatakan bakal sulit bagi timnya untuk dapat tampil baik di kompetisi Liga 1 2021/2022 yang telah dinyatakan PSSI akan diputar pada 20 Agustus 2021.
"Jika benar Liga 1 dimulai 20 Agustus nanti, pasti akan sulit sekali bagi kita untuk tampil baik. Posisinya kita sekarang masih meliburkan pemain, dan tidak bisa latihan bersama," kata Dejan, Selasa (3/8/2021).

Ia juga mengatakan, bahwa tak semua tim meliburkan pemainnya di masa Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) ini. Hal ini dapat menjadi keuntungan bagi tim tersebut, dan bakal membuat perbedaan signifikan jika Liga 1 diputar dalam waktu tiga pekan ke depan.

"Kita tahu ada beberapa tim yang tetap latihan terus, dan nanti pastinya bakal ada perbedaan dengan tim kita dari sisi stamina. Tim kita tidak diuntungkan jika liga diputar 20 Agustus nanti," paparnya.

Untuk saat ini, pelatih asal Serbia itu masih belum bisa memastikan kapan anak asuhnya kembali dikumpulkan, lantaran ia tahu di Yogyakarta seluruh fasilitas olahraga masih belum dapat diakses untuk berlatih. "Bagaimana kita bisa tahu mau berlatih kapan, di Yogyakarta saja semua fasilitas masih ditutup," tandasnya.

Melalui pertimbangan
Sebelumnya, PSSI melalui laman resminya telah mengumumkan bakal menggelar kompetisi 2021-2022 pada tanggal 20 Agustus. Keputusan kick-off itu diambil setelah PSSI melakukan konsultasi dengan Menpora Zainudin Amali dan Mabes Polri.

Series 1 akan dimulai di zona hijau. Demikian juga untuk seri-seri selanjutnya akan dilangsungkan di zona hijau. Untuk itu dalam waktu dekat PT LIB akan melakukan pertemuan dengan seluruh perwakilan klub Liga 1 secara virtual.

Sebelumnya, Liga 1 musim 2021-2022 direncanakan kick off pada 9 Juli. Namun, karena adanya PPKM Darurat serta status level 4 di Pulau Jawa-Bali, kompetisi terpaksa harus ditunda.

Kini, setelah ada penurunan angka covid-19, terutama di Pulau Jawa dan Bali, PSSI dan PT LIB melihat saatnya kompetisi musim 2021-2022 dilakasanakan. “PSSI sudah mempertimbangkan banyak hal terkait kapan Liga 1 2021-2022 harus bergulir," kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

"Tentu kompetisi sementara akan tanpa penonton karena masih kondisi pandemi. Kita lihat perkembangan ke depan apakah bisa dengan penonton dengan kapasitas tertentu atau tidak,” lanjut Yunus Nusi.

Menurut Yunus Nusi, PSSI harus menjalankan kompetisi karena bisa berpengaruh terhadap penilaian FIFA, AFC, dan AFF terhadap PSSI. Apalagi Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, play-off Kualifikasi Piala Asia 2022 dan Kualifikasi Piala AFC U-23.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita menambahkan saat ini mayoritas komponen klub Liga 1 2021-2022, yakni pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan sudah mendapatkan vaksinasi hingga tahap kedua.
“Untuk klub Liga 2 juga sebagian besar sudah melakukan vaksinasi. Tentu ini hal yang baik menuju kick-off Liga 1 dan 2, karena kami ikut membantu tercapainya program herd immunity di komunitas kita sendiri. Yang pasti mereka yang mengikuti kompetisi harus divaksin semua,” ujar Hadian. (tsf/pssi)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Rabu 4 Agustus 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved