Breaking News:

Bed Occupancy Rate Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Kabupaten Magelang Mencapai 79,61 Persen

Tingkat hunian atau bed occupancy rate (BOR) isolasi pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan di Kabupaten Magelang mencapai 79,61 persen.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tingkat hunian atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di Kabupaten Magelang mencapai 79,61 persen.

Capaian angkat tersebut, berdasarkan pendataan harian Satgas Covid-19 pada Senin (02/08/2021) dari empat rumah sakit  rujukan yakni RSU Muntilan mencapai 91,67 persen, RSD Merah Putih mencapai 82 persen, RS Aisyiyah Muntilan 77,50 persen, dan RS Syubbanul Wathon 35,71 persen.

Baca juga: Animo Masyarakat Tinggi dan Stok Menipis, Bupati Sleman Minta Tambahan Pasokan Vaksin Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi menuturkan, tingkat keterisian tempat tidur  (TT) di rumah sakit rujukan masih tinggi bahkan ada yang mencapai lebih dari 90 persen.

"Memang kondisi BOR masih tinggi, hingga Senin kemarin, dari total 152 TT dengan bangsal isolasi 33 TT dan 19 TT ICU/HGU Covid-19. Dengan pasien di rawat bangsal sebanyak 108 orang dan pasien ICU/HCU sebanyak 13 orang," tuturnya.

Untuk mengatasi penuhnya TT di rumah sakit rujukan. Pihaknya pun telah menambah beberapa tempat isolasi tambahan.

Di antaranya, berada di RS Candi Umbul Grabag dan RS Bukit Menoreh Salaman. Serta, menyiapkan dua lokasi tambahan lagi untuk pasien Covid-19 tanpa gejala yakni di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Salaman dan Puskesmas Pembantu Gulon, Salam.

"Nantinya, di RS Candi Umbul Grabag direncanakan akan dibuka sebanyak 10 tempat tidur sedangkan RS Bukit Menoreh Salaman sebanyak 16 tempat tidur, kedua RS ini akan dijadikan tempat isolasi terpadu. Kemudian, untuk tempat isolasi SKB Salaman direncanakan akan dibuat sebanyak 20 tempat tidur dan 16 tempat tidur di Puskesmas Pembantu Gulon," terangnya.

Baca juga: Jenazah Pasien COVID-19 yang Meninggal di Kolam Ikan Dimakamkan, Istri dan Anak Isolasi di Shelter

Dengan tingginya tingkat keterisian TT untuk isolasi Covid-19 di rumah sakit rujukan.

Ia pun meminta masyarakat, agar tetap menjaga kesehatan serta mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas.

"Ini perlu kewaspadaan dan kesadaran diri agar disiplin protokol kesehatan tetap dijalankan. Dengan patuhnya kita (semua) terhadap protokol kesehatan akan lebih mudah untuk menekan penularan (Covid-19)," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved