Breaking News:

Sinetron Ikatan Cinta

KARMA Elsa di Sinetron Ikatan Cinta : Penjara Seumur Hidup Menanti Miss Playing Victim Sejagat

KARMA Elsa di Sinetron Ikatan Cinta : Penjara Seumur Hidup Menanti Miss Playing Victim Sejagat

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
Tangkapan layar YouTube RCTI Layar Drama Indonesia
Polisi hendak menangkap Elsa 

TRIBUNJOGJA.COM -  Penjara seumur menanti Elsa. Tiga saksi, Sumarno, Cathrine dan Olivia sudah memberikan keterangan tambahan.

Polisi pun sudah menetapkan Elsa sebagai tersangka setelah bukti pakaian bernoda darah yang dikubur Elsa empat tahun silam.

Sementara itu, Polisi bergerak cepat merespon kesaksian Papa Surya bahwa Mama Sarah bukanlah pembunuh Roy namun Elsa lah yang menjadi pelaku tunggalnya.

Di lain pihak, Al pun beruntung karena ada tiga saksi kuat yang saat ini sudah memberikan keterangan penting dalam usaha mengungkapkan fakta sebenarnya tentang siapa yang sebenarnya sudah menghabisi nyawa Roy.

Di depan Polisi satu persatu saksi di kubu Andin memberikan keterangan yang semakin menguatkan bahwa Mama Sarah bukan pelaku pembunuhan terhadap Roy namun Elsa lah pelakunya.

Olivia dihubungi Al dan diminta langsung datang ke kantor Polisi untuk membeberkan apa yang dilihatnya empat tahun lalu saat bertemu Elsa di jalan.

Selanjutnya ada Cathrine yang secara tak terduga datang bersama Nino untuk memberikan rekaman pembicaraannya bersama Mama Sarah empat tahun lalu.

Baca juga: 5 Peristiwa “Kebetulan” Misterius di Penjuru Dunia yang Benar-benar Terjadi

Elsa kabur naik angkot
Elsa kabur naik angkot (Tangkapan layar YouTube RCTI Layar Drama Indonesia)

Sebelumnya, Sumarno juga sudah memberikan keterangan kepada Polisi  bahwa empat tahun lalu ia diminta Elsa menghilang.

Kini saksi yang menguatkan pembunuh Roy adalah Elsa sudah lengkap.

Elsa sendiri sudah menjadi tahanan rumah, tinggal Polisi memproses semua keterangan saksi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved