Breaking News:

Headline

ICU Hanya Tersisa Dua Bed, RS Rujukan Pasien Corona di Kota Yogya Masih Penuh

Dinkes Kota Yogyakarta mencatat tingkat keterisian pasien Covid-19 rumah sakit rujukan masih cukup tinggi.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mencatat tingkat keterisian pasien Covid-19 rumah sakit rujukan masih cukup tinggi. Bed occupancy rate (BOR) ICU, untuk pasien bergejala berat tetap kritis dan menyentuh angka 95 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menyampaikan, di wilayahnya terdapat tujuh rumah sakit rujukan Covid-19. "BOR ICU menyentuh 95 persen. Dari 43 bed yang tersedia, yang terpakai itu 41," katanya, Senin (2/8/2021) sore.

Sementara BOR non ICU, yang digunakan untuk merawat pasien bergejala sedang, berada di angka 76,2 persen, atau mengalami perbaikan dari pekan lalu. Hanya saja perbaikan itu lebih disebabkan oleh adanya penambahan bed.

"Ya, ruang perawatan untuk pasien Covid-19, yang non ICU, barusan ditambah di beberapa rumah sakit. Jadi, sekarang dari 308 bed, yang terpakai sekitar 236," ujarnya.

Dia menjelaskan, semua rumah sakit yang menjadi rujukan itu, telah mengalokasikan 30 persen ruangan yang tersedia di faskes untuk penanganan pasien Covid-19. Sama halnya dengan BOR di rumah sakit rujukan, dua selter isolasi terpadu yang dikelola oleh Pemkot Yogyakarta pun kondisinya nyaris dipenuhi pasien yang silih berganti. Ya, entah Rusunawa Bener, atau Rusunawa Gemawang.

"Tapi, sampai sejauh ini masih ada kamar tersedia, di Bener ada 4 dari daya tampung 42 orang, kemudian di Gemawang tersisa 6 dari daya tampung 30," paparnya.

Bertambah
Sementara itu, kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY bertambah sebanyak 1.566 pasien pada Senin (2/8). Dengan penambahan tersebut maka total kasus terkonfirmasi saat ini menjadi 120.702 pasien.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan, penambahan kasus diperoleh dari upaya periksa mandiri sebanyak 103 kasus, tracing kontak kasus positif 1.421 kasus, dan skrining karyawan kesehatan empat kasus.

"Yang belum ada informasi terdapat 38 kasus," terangnya.

Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta 302 kasus, Bantul 622 kasus, Kulon Progo 35 kasus, Gunungkidul 138 kasus, dan Sleman 469 kasus. Berty kemudian melaporkan penambahan kasus sembuh yakni sebanyak 1.508 kasus, sehingga total sembuh menjadi 80.166 kasus.

"Distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta 362 kasus, Bantul 322 kasus, Kulon Progo 69 kasus, Gunungkidul 158 kasus, dan Sleman 597 kasus," urainya.

Lebih jauh, terkait pasien meninggal akibat Covid-19, kemarin, dilaporkan bertambah sebanyak 46 kasus. Sebaran kasus meninggal berdasarkan wilayah adalah Kota Yogyakarta 4 kasus, Bantul 21 kasus, Gunungkidul 4 kasus, Sleman 17 kasus, sedangkan Kulon Progo nihil kasus kematian.

"Sehingga total kasus meninggal menjadi 3.505 kasus," terangnya. (aka/tro)

Baca selengkaponya di Tribun Jogja edisi Selasa 3 Agustus 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved