Breaking News:

Muncul Isu Pemotongan Bansos di Klaten, Begini Penjelasan Dinas Sosial

eberapa hari terakhir muncul informasi yang menyebutkan adanya pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Desa Gentan

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
lustrasi uang 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Beberapa hari terakhir muncul informasi yang menyebutkan adanya pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Desa Gentan Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3AKB) Klaten langsung melakukan pengecekan ke desa tersebut. 

"Perlu saya sampaikan saya sudah ke lokasi dan Jumat malam lakukan konfirmasi ke desa, pada intinya ada kesalahpahaman. Tidak ada pemotongan bansos," ujar Kepala Dinsos dan P3AKB Klaten, M Nasir saat dikonfirmasi Tribun Jogja, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Kota Magelang Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2021

Nasir kemudian menjelaskan, di desa tersebut terdapat 27 warga yang menerima BST.

Namun, BST ini awalnya hanya diberikan selama 4 kali sedangkan warga tersebut perekonomiannya benar-benar sulit.

"Kemudian warga tersebut dialihkan dan diusulkan untuk mendapatkan BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa)  tahap 5 yang sudah diterimakan pada bulan Juli 2021," ujarnya.

Namun, lanjut Nasir, dalam perkembanganya ketika warga tersebut mendapatkan BLT DD, ternyata kemudian nama warga tersebut muncul lagi di data penerima BST tahap 5 dan 6.

"Sesuai ketentuan bahwa tidak diperkenankan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menerima bantuan dobel, maka akhirnya warga tersebut memilih menerima BST dan  mengembalikan BLT DD," ucapnya.

Hal itu, lanjutnya, sudah tertuang dalam surat pernyataan sanggup mengembalikan bantuan jika menerima bantuan ganda.

"Setelah mengambil dana BST dari Kantor POS sejumlah RP 600.000 maka KPM tersebut harus mengembalikan BLT DD sejumlah Rp 300.000. Di sinilah muncul kesan pemotongan dana," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved