Breaking News:

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Mulai Mereda, Anies Baswedan: Jangan Kasih Kendor, Ini Belum Selesai

Bila ditinjau dari segi kasus aktif/jumlah pasien, tingkat kematian, hingga positivity rate, seluruhnya menunjukkan tren penurunan.

Editor: Muhammad Fatoni
dok.tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan warga Ibu Kota untuk tetap berhati-hati dan tidak lengah menghadapi pandemi Covid-19.

Menurutnya, meski saat ini gelombang kedua pandemi Covid-19 di DKI Jakarta mulai menampakkan indikasi mereda, namun hal itu bukan berarti pandemi Covid-19 sudah usai.

Melansir dari kompas.com, bila ditinjau dari segi kasus aktif/jumlah pasien, tingkat kematian, hingga positivity rate, seluruhnya menunjukkan tren penurunan.

Menurut Anies Baswedan, semua ini belum selesai dan ia meminta masyarakat tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Kabar Duka, Nakes Hamil 7 Bulan di RS PKU Muhammadiyah Bantul Gugur karena Covid-19 

Baca juga: Mitos Campuran Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis dan Garam untuk Sembuhkan Covid-19, Ini Kata Pakar UGM

Ia pun menyebut, lonjakan kasus Covid-19 berpotensi kembali terjadi jika pengurangan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan kendor.

"Saya ingatkan juga, hati-hati. Ini belum selesai. Kita belum menang!" tegas Anies dalam keterangan video yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

"Kasus aktif walaupun sudah jauh lebih rendah daripada awal, ini masih tetap tinggi. Masih ada sekitar 3.000 kasus baru setiap hari, walaupun yang sembuh sudah jauh lebih banyak," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersenyum saat menjelaskan kondisi rumah sakit di Jakarta yang mulai lengang oleh antrean pasien Covid-19, Senin (26/7/2021)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersenyum saat menjelaskan kondisi rumah sakit di Jakarta yang mulai lengang oleh antrean pasien Covid-19, Senin (26/7/2021) (YouTube Pemprov DKI Jakarta)

Kendati trennya menurun cukup signifikan, sejumlah parameter pandemi di Jakarta masih di atas standar aman WHO.

Positivity rate masih di kisaran 15 persen per hari, padahal standar aman WHO maksimum lima persen.

Keterisian rumah sakit oleh pasien Covid-19 juga masih di atas 70 persen, sedangkan standar aman WHO 60 persen.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved