Breaking News:

Musik Zone

Bowsprit Sail Ajak Lestarikan Kekayaan Biota Laut Lewat Tembang Tukik

BAND surf rock asal Yogyakarta, Bowspirit Sail, yang memainkan surfing musik instrumental, belum lama ini, merilis single berjudul 'Tukik'.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
Istimewa
BIOTA LAUT - Band surf rock asal Yogyakarta, Bowspirit Sail. 

BAND surf rock asal Yogyakarta, Bowspirit Sail, yang memainkan surfing musik instrumental, belum lama ini, merilis single berjudul 'Tukik'. Single ini merefleksikan kegandrungan Bowsprit Sail terhadap musik surf, dengan mengangkat tema kekayaan biota laut.

Ya, secara terminologi, kata tukik adalah sebutan untuk anak penyu, yang populasinya terus menurun. Para tukik memiliki naluri alami, ketika menetas keluar dari sarangnya.

Mereka memanfaatkan sinar bulan pada kaki langit sebagai navigasi dalam lajunya menuju lautan, rumah baru setelah menetas. Mereka pun akan keluar pada malam hari, bertujuan untuk mengurangi bahaya dari para pemangsa.

Sebagai representasi dari cerita tukik tersebut, Bowsprit Sail mencoba menafsirkannya melalui suara. Mereka berharap bisa menggambarkan segerombol makhluk lautan lucu yang baru menetas dan berusaha mencari lautan melalui sinar bulan.

Bunyi-bunyi dalam lagu ini menjadi simbol gairah akan kelahiran, kesenangan, sekaligus keceriaan dalam pelukan lautan. Bowsprit Sail mantap memilih bentuk instrumental merujuk pada gitaris rock asal Amerika Serikat yang memiliki julukan "The King of the Surf Guitar", Dick Dale.

"Dick Dale mengatakan, The real surfing music is instrumental. Sebagai salah satu figur yang berjasa mempopulerkan musik surf, ia berhasil menginterpretasikan aspek budaya di dalam populernya olahraga selancar air (surf culture), dan menghasilkan sesuatu yang unik," ujar bassist Bowspirit Sail, Dhana Dira.

Lebih lanjut ia mengatakan, menurut Dick Dale, apabila lagu surfing music memiliki lirik, maka lagu tersebut hanya menjadi narasi dan tak merepresentasikan surfing music itu sendiri. Surfing music pun menginvasi ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Sekadar informasi, 'Tukik' merupakan rilisan kedua Bowspirit Sail setelah lagu 'Ba(r)barsari'. Perbedaan kedua lagu ini sangat terdengar. Ketika 'Ba(r)barsari' menunjukkan sisi chaos-nya, 'Tukik' pun menampilkan sisi damai.

Ragam vibes yang ditawarkan Bowsprit Sail untuk melebarkan daya apresiasi seluas-luasnya dari berbagai pendengar musik di seluruh dunia. Sedikit bocoran untuk kalian, mereka sudah menyiapkan 8 lagu untuk album debutnya nanti.

"Semoga dengan dirilisnya 'Tukik', dapat membuat setiap pendengar lebih menghargai kekayaan biota laut, termasuk populasi penyu dan pasukan tukiknya. Dengan tidak membuang sampah sembarangan pun sudah cukup untuk membantu menjaga laut," harap Eugenius Arno, drummer Bowspirit Sail. (han)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Minggu 1 Agustus 2021 halaman 07.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved