Breaking News:

Hanya 25 Persen Pedagang Alun-alun Klaten yang Mulai Berjualan Saat PPKM Level 4 Diberlakukan

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Klaten menyebut baru 25 persen pedagang yang biasa berjualan di alun-alun Klaten mulai

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Klaten menyebut baru 25 persen pedagang yang biasa berjualan di alun-alun Klaten mulai kembali berjualan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Disdagkop UKM Klaten, Didik Sudiarto mengatakan sesuai dengan surat edaran (SE) yang pihaknya keluarkan para PKL di Alun-alun Klaten sudah boleh berjualan selama masa PPKM Level 4 diberlakukan.

"Sesuai dengan surat edaran kami mereka sudah boleh berjualan dengan mematuhi peraturan protokol kesehatan. Namun dari pantauan kami masih yang belum berjualan," ujarnya saat Tribun Jogja temui di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Sepanjang Juli 2021, 570 Jenazah di Kota Yogyakarta Dimakamkan Dengan Prosedur COVID-19

Menurut Didik, Dari pantauan tim Disdagkop dan UKM Klaten hingga Jumat ini, baru sekitar 25 persen PKL Alun-alun Klaten yang mulai berjualan.

"Selama kita pantau baru 25 persen PKL yang mulai berjualan kembali. Dari informasi yang saya dapat banyak PKL belum berani berjualan karena jam operasionalnya terbatas," ucapnya.

Menurutnya, jam operasiponal PKL di alun-alun Klaten selasma PPKM Level 4 berlaku yakni dari pukul 15.00 hingga 20.00 setiap harinya.

"Karena sesuai edaran kita mereka hanya boleh berjualan dari jam 3 sore sampai jam 8 malam, kalau normalnya kan mereka bisa jualan hingga larut malam bahkan sampai pagi," ucapnya.

Jadi, sambung Didik, faktor ini yang juga ikut mempengaruhi PKL untuk enggan mulai berjualan kembali selama PPKM Level 4 diberlakukan.

Sementara itu, seorang pedagang jagung bakar yang biasa berjualan di alun-alun Klaten, Eri Nofrianto (36) mengaku jika kondisi yang belum normal menjadi alasan dari para PKL untuk enggan mulai berjualan.

"Meski sudah boleh aktivitas tapi kondisinya belum normal. Memang saat ini sudah ada pedagang yang mulai berjualan tapi itu jumlahnya masih sedikit," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved