Breaking News:

Penanganan Pasien Covid 19

Dinkes Gunungkidul Mengklaim Keterisian Bed Mulai Terkendali

Penambahan tempat tidur (bed) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, agar mampu menampung pasien Covid-19 bergejala.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penambahan tempat tidur (bed) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, agar mampu menampung pasien Covid-19 bergejala. Namun tantangan muncul dengan lonjakan kasus baru yang bisa terjadi setiap hari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty mengakui bahwa fasilitas penanganan Covid-19 di wilayahnya pernah mengalami kelebihan kapasitas (over capacity). "Pernah mengalami itu, jadi pasien yang sudah datang ke rumah sakit (RS) terpaksa pulang," ungkap Dewi, Kamis (29/7/2021).

Meski demikian, dipastikan pasien yang tidak mendapat bed tetap mendapatkan pelayanan, antara lain dirujuk ke puskesmas yang mampu menangani atau dengan skema isolasi mandiri (isoman). Kendala lain adalah kondisi tenaga kesehatan (nakes) yang turut terpapar.

Dewi menyebut salah satu yang terparah terjadi di RSUD Saptosari, di mana nyaris seluruh tenaga tumbang.
"Mulai dari direktur sampai jajarannya ke bawah itu kemarin sempat terpapar juga," ungkapnya.

Dewi mengklaim tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di Gunungkidul kini mulai terkendali. Meski begitu, dinamika terus terjadi tiap harinya dengan kisaran antara 80-85 persen.

Saat ini, Gunungkidul sudah memiliki 152 unit bed penanganan Covid-19. Penambahan terutama terus dilakukan di RSUD Wonosari yang menjadi rujukan utama. "RSUD Saptosari pun kami usahakan untuk tambah (bed) terus," kata Dewi.

Direktur RSUD Wonosari, dr Heru Sulistyowati mengatakan pihaknya memiliki total 79 unit bed penanganan Covid-19, yakni empat unit di ICU Covid dan 75 unit lainnya di bangsal isolasi. "Rabu (28/7) sampai pukul 15.30 WIB, BOR ICU Covid (terisi) 100 persen, yang di bangsal isolasi 93 persen," kata Heru.

Proses penambahan bed hingga optimalisasi tenaga medis pun terus dilakukan. Termasuk upaya meningkatkan kemampuan produksi oksigen, yang dibutuhkan pasien bergejala. (alx)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Jumat 30 Juli 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved