Breaking News:

Bisnis

Transaksi Gadai di Yogyakarta Naik 5 Persen Selama Seminggu PPKM

Kantor pegadaian menjadi tujuan masyarakat untuk mendapat dana segar di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
ahad.co.id
ilustrasi 

TRIBUNJOJA.COM, YOGYA - Demi menyambung hidup di tengah pandemi, warga Yogyakarta berbondong-bondong mendatangi kantor pegadaian untuk bertransaksi supaya mendapat suntikan dana segar.

Satu dari sekian banyak warga tersebut bernama Ngatisir mengatakan, dirinya datang ke kantor cabang Pagadaian Lempuyangan untuk menitipkan cincin agar dapat membawa pulang sejumlah uang.

Perempuan paruh baya itu mengaku sudah kesulitan bertahan hidup di tengah pandemi.

Apalagi semenjak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan, penghasilannya sebagai penjual gorengan turun drastis.

Bahkan penghasilan sehari-hari dari jualan gorengan nihil, sementara modal untuk berjualan kembali sudah tidak ada.

Baca juga: Gadai Emas Mandiri Syariah, Mudah, Aman dan Nyaman dari Handphone

"Yang saya gadaikan cincin. Dapat pinjaman Rp1 juta. Ya karena kena PPKM buat nombok modal sama keperluan sehari-hari," katanya, saat ditemui Kamis, (29/7/2021).

Hari-hari biasanya Ngatisir kerap menjual gorengan sejak pagi sampai dengan siang hari.

Semenjak muncul kebijakan PPKM oleh pemerintah, omzet dari jualannya terus menurun hingga akhirnya ia memilih libur sembari menunggu kondisi kembali pulih.

Cincin miliknya itu ia gadaikan selama 4 bulan, dan kini Ngatisir belum terpikirkan bagaimana cara melunasi tagihan gadainya nanti, karena yang ia harapkan saat ini kondisi pandemi segera berakhir.

"Saya gadaikan 4 bulan. Harapannya ya PPKM diakhiri, karena saya juga gak dapat bansos. Tahun kemarin hanya dapat dari prakerja. Sekarang belum dapat," terang dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved