Breaking News:

Santriwati Kembar Asal Bantul Itu Kini Yatim Piatu, Ditinggal Ayah, Bunda, Kakak hingga Nenek

Di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, nasib pilu harus dialami oleh dua gadis kembar, Va dan Vt berusia 14 tahun.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Iwan Al Khasni
BAY ISMOYO / AFP
LUSTRASI - Anggota keluarga mengunjungi makam kerabat mereka di pemakaman korban virus corona Covid-19 

Kabar duka silih berganti seperti tak ada habisnya. Di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, nasib pilu harus dialami oleh dua gadis kembar, Va dan Vt berusia 14 tahun.

Tribunjogja.com | Ahmad Syarifudin

Peta Wilayah Bantul 2021
Peta Wilayah Bantul 2021 (Google Earth)

Diusianya yang masih belia, mereka menjadi yatim-piatu setelah kedua orangtuanya, St (ayah) dan Sp (Ibu), meninggal dunia karena terpapar virus corona.

Mirisnya lagi, kedua gadis kembar yang mondok di pesantren itu harus menerima kenyataan pahit bertubi-tubi.

Satu-satunya Kakak lelaki yang seharusnya bisa menjadi tumpuan harapan, En berusia 26 tahun ikut menyusul kedua orangtuanya menuju peristirahatan abadi.
Selang sehari berikutnya, sang nenek, Rs juga mengembuskan nafas terakhir.

"Pertama yang meninggal Bapak, lalu Ibu. Seminggu kemudian Kakak, selang sehari neneknya juga meninggal," kata Sri Lestari, warga Banyon, Pendowoharjo, yang juga masih ada hubungan sepupu dengan keluarga almarhum, Rabu (28/7/2021).

Jarak rumah Sri Lestari dengan keluarga almarhum sekitar satu kilometer.

Masih dalam satu dusun yang sama, namun beda rukun tetangga.

Ia bercerita, kejadian meninggalnya 4 orang yang menimpa keluarga sepupunya itu bermula ketika sang Istri, Sp sekitar tanggal 10 Juli lalu mengalami gejala demam dan panas. Belakangan diketahui bahwa sakitnya itu karena covid-19.

Satu keluarga lalu isolasi dirumah karena semua terpapar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved