Breaking News:

Naik Peringkat, Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama

Kota Yogyakarta meraih penghargaan kota layak anak kategori utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kota Yogyakarta meraih penghargaan kota layak anak kategori utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kota Yogyakarta meraih penghargaan kota layak anak kategori utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Predikat tersebut, naik satu strip dari penghargaan yang diterima 2019 silam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogya, Edi Muhammad pun berujar, sebelumnya penghargaan yang diterima adalah kategori nindya dengan skor 701-800.

Baca juga: Tayangan Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020 Jojo vs Shi Yu Qi, Sedang Berlangsung di TVRI

"Tahun ini meningkat jadi kategori utama, skornya 801-900. Skor itu ditentukan berdasarkan capaian di lima klaster, dan kelembagaan," tandasnya, selepas menerima penghargaan secara daring di komplek Balai Kota, Kamis (29/7/21).

Diungkapkannya, beberapa klaster yang menjadi indikator penilaian kota layak anak antara lain, pemenuhan hak anak, pendidikan dan pengasuhan alternatif, kesejahteraan dan kesehatan, hak bagi sipil, dan perlindungan khusus.

"Kemudian, bagaimana komitmen antar lembaga, mulai dari Pemkot hingga kemantren, kampung, sampai media masa, semua terlibat dalam penilaian KLA ini," ungkapnya.

Ia menandaskan, konsep kota layak anak adalah terciptanya sistem yang mendukung perlindungan dan pemenuhan hak anak dimanapun dia berada. Menurutnya, dari tahun ke tahun, Pemkot Yogya selalu menempuh perbaikan.

"Belakangan mulai kita gerakkan masjid ramah anak, untuk pemenuhan hak anak di tempat ibadah. Kemudian, sudah ada juga gereja ramah anak, ini sudah siap kita launching, hanya formalitasnya saja yang belum dilakukan," jelasnya.

Baca juga: Terdampak Pandemi, Pemilik Obwis Gunung Kuniran di Kulon Progo Jual Sebagian Lahan

"Lalu di masa pandemi ini, bagi orang tua yang terpapar COVID-19, maka anaknya termasuk kategori terlantar. Jadi, keluarga, atau lingkungan, perlu menerapkan konsep ramah anak, supaya bisa berjalan dengan baik," imbuh Edi.

Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPID) Kota Yogya, Hari Muryanto mengapresiasi segala upaya yang telah ditempuh Pemkot. Menurutnya, anak di kota pelajar mulai mendapat ruang di ranah ide, serta gagasan.

"Anak-anak harus senantiasa dikawal dan didampingi, karena ke depan mereka akan menjadi penerus, menjadi pemimpin Kota Yogyakarta, bahkan Indonesia," ucapnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved