Breaking News:

Yogyakarta

Tingkat Kepatuhan Warga DI Yogyakarta Terhadap Prokes Menurun dalam Sepekan Terakhir

Sejak diterapkan PPKM Darurat pada 3 Juli silam, skor kepatuhan prokes di DIY sejatinya naik.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Diskusi daring yang digulirkan KPCPEN, Rabu (28/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta melonjak signifikan sepanjang Juli 2021.

Hal tersebut, beriringan pula dengan menurunnya tingkat kepatuhan warga masyarakat terhadap protokol kesehatan dalam sepekan terakhir.

Fenomena itu dipaparkan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi dalam dialog virtual yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (28/7/2021).

"Skor kepatuhan prokes naik hampir di semua provinsi, tapi DIY sedikit turun dalam satu minggu terakhir. Makanya, ini harus menjadi perhatian kita bersama," katanya.

Baca juga: Dapat 100 Aduan Pelanggaran Prokes per Hari, Satpol PP DIY Nilai Kepatuhan Masyarakat Rendah

Sonny mengatakan, sejak diterapkan PPKM Darurat pada 3 Juli silam, skor kepatuhan prokes di DIY sejatinya naik.

Hanya saja, dalam kurun satu pekan terakhir, masyarakat tampak sedikit abai sehingga skor cukup merosot di angka 7,8.

"Tapi, itu masih lebih baik dibanding sebelum PPKM Darurat. Sebelum 3 Juli itu, skornya antara 7,5 dan 7,6. Sebenarnya ada perbaikan, cuma muncul beberapa PR saja," cetusnya.

Menurutnya, kontribusi terbesar dalam penurunan skor ini berasal dari Kabupaten Kulon Progo, yang belakangan kendor dalam hal pemakaian masker dan menjaga jarak.

Namun, secara keseluruhan, di kota-kabupaten lainnya masih aman.

Baca juga: Tak Pakai Masker di Ruang Publik Saat PPKM Darurat, 17 Pelanggar Diperiksa Polres Kulon Progo

"Kalau kota dan kabupaten lain stagnan di skor cukup tinggi, cuma di Kabupaten Sleman yang sedikit ada penurunan ya, tapi hanya di soal menjaga jarak itu," papar Sonny.

"Dengan varian delta yang lebih menular, itu bisa berdampak besar terhadap laju penularan. Makanya, kami berharap, agar masyarakat tidak abai dan tetap disiplin," tambahnya.

Sementara itu, Asisten 1 Sekretaris Daerah DIY, Sumadi, yang dihadirkan sebagai narasumber pun mengakui, terdapat riak-riak kecil di tengah masyarakat selama pelaksanaan PPKM Darurat dan berlanjut pada PPKM Level 4 hingga kini.

"Karena ada berbagai pembatasan. Tapi, Pemda DIY, bersama tokoh masyarakat di wilayah mencoba memberi pengertian, karena ini demi keselamatan bersama, supaya tetap tertib. Saya kira, itu dapat dipahami, ya," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved