Breaking News:

Kota Yogyakarta

Perpanjangan PPKM Level 4, Restoran Anggota PHRI di Kota Yogya Belum Membuka Layanan Dine In

PHRI DIY menyarankan kepada anggotanya, supaya tidak memberikan layanan dine in dahulu.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Para pelaku usaha kuliner yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY belum membuka layanan dine in selama perpanjangan PPKM Level 4.

Pasalnya, mereka ragu, apakah sudah diizinkan melayani makan di tempat atau belum.

Wakil Ketua Bidang Restoran PHRI DIY, Aldi Fadlil Diyanto mengatakan, berdasarkan pemahamanya terhadap instruksi Gubernur tentang perpanjangan PPKM Level 4, usaha kuliner yang telah diizinkan dine in hanya sebatas pedagang kaki lima dan warung makan semacam warteg.

"Jadi, kalau resto yang memiliki bangunan sendiri, atau jadi satu dengan mall, itu sepertinya kok belum diberikan izin untuk dine in," ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Sidak Hotel dan Restoran di Kota Yogyakarta, PHRI DIY: Agar Kesehatan dan Ekonomi Bisa Beriringan

Sehingga, PHRI DIY pun menyarankan kepada anggotanya, supaya tidak memberikan layanan dine in dahulu.

Namun, ia memastikan, untuk layanan take away tetap diizinkan hingga 20.00.

Bahkan, dalam perpanjangan PPKM Level 4 ini, ada beberapa kelonggaran dari pemerintah.

"Take away sampai batas waktu 20.00, atau boleh lebih kalau delivery. Aturan dari Pak Wali Kota (Haryadi Suyuti) selama tidak dine in tidak masalah," cetusnya.

Aldi tidak menampik, pemberian izin makan di tempat bagi penjaja kuliner kecil, meski dibatasi waktu 20 menit, sempat menimbulkan kecemburuan dari para pengelola restoran.

Tapi, sebagai asosiasi, PHRI DIY tetap meminta supaya anggotanya mendukung PPKM Level 4.

Baca juga: PHRI DIY Upayakan Pembayaran Upah Bagi Puluhan Ribu Karyawan Hotel dan Restoran yang Dirumahkan

Ia pun menjelaskan, khusus di Kota Yogyakarta, terdapat sekitar 20 restoran anggota PHRI DIY, yang semuanya belum membuka layanan dine in.

Menurutnya, cafe, maupun rumah makan yang menjajakan makanan segmented, memang sangat terdampak ketika dine in ditiadakan.

"Karena untuk take away, yang disasar pasti seperti McD, atau restoran siap saji lainnya. Sebab, selain memang lebih murah, juga lebih cepat. Ya, McD belum menerapkan dine in, karena sudah punya layanan drive thru juga kan, sehingga sepertinya aman," terangnya.

"Nah, kalau restoran saya, misalnya, yang menyajikan pizza, sejauh ini masih sulit, ya, jadi kadang-kadang belum bisa maksimal," pungkas Aldi. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved