Breaking News:

Dari Venice hingga Cannes, Berikut 8 Festival Film Tertua di Dunia

Ini deretan festival film internasional tertua di dunia, terdapat beberapa film Indonesia yang berhasil lolos kurasi dan ditayangkan di sana.

Global Times
Venice International Film Festival 

Festival ternama ini mulai diadakan di Cannes, Prancis pada 20 September 1946, hampir bersamaan dengan Locarno Film Festival.

Melansir dari IMDb pada Rabu (28/8/2021), terdapat sejumlah film karya anak bangsa yang berhasil tayang di ajang Cannes Film Festival, di antaranya film Lewat Djam Malam (1954) karya Usmar Ismail, Tjoet Nja' Dhien (1988) karya Eros Djarot, dan Daun di Atas Bantal (1998) karya Garin Nugroho.

Selanjutnya, terdapat pula Serambi (2005) karya Lianto Luseno, Garin Nugroho, Tonny Trimarsanto, dan Viva Westi, lalu Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) karya Edwin, The Fox Exploits the Tiger's Might (2015) karya Lucky Kuswandi, Prenjak (2016) karya Wregas Bhanuteja, dan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) karya Mouly Surya.

5.  Karlovy Vary International Film Festival

Festival film yang satu ini menjadi festival tertua nomor lima di dunia dan tertua nomor satu di Eropa Tengah. Penyelenggaraannya diadakan sejak 1946 di Karlovy Vary, Republik Ceko.

Pada mulanya, festival film ini diadakan di Mariánské Lázně, tetapi mulai dipindahkan ke Karlovy Vary pada 1947.

Selama tahun pertama diselenggarakan di Karlovy Vary, festival film ini menjadi sangat kompetitif. Ini karena Karlovy Vary membuat ajang penghargaan bagi karya film yang ditayangkan untuk memperebutkan Crystal Globe.

Selama beberapa tahun setelah dipindah lokasi, Karlovy Vary International Film Festival tumbuh lebih besar. Hingga pada 1956, Fédération Internationale des Associations de Producteurs de Films (FIAPF) atau Federasi Internasional Asosiasi Produser Film secara resmi menetapkan Karlovy Vary sebagai festival kategori A.

6.  Edinburgh International Film Festival

Mulai diadakan di Edinburgh, Skotlandia, pada 1 Juni 1947, pihak Edinburgh International Film Festival menyebut diri sebagai festival film tertua lantaran tidak pernah absen diadakan setiap tahun tanpa henti hingga sekarang.

Pada 2021, festival film tertua nomor enam di dunia ini akan berlangsung selama seminggu mulai Rabu (18/8/2021) hingga Rabu (25/8/2021).

Edinburgh International Film Festival pada mulanya disebut International Festival of Documentary Films dan dibuka oleh pendiri gerakan film dokumenter Inggris, John Grierson.

Festival ini menampilkan berbagai film panjang, film dokumenter, termasuk film animasi pendek, hingga video musik.

Menariknya, pada 1972, Edinburgh International Film Festival mengadakan  Women’s Film Festival secara khusus bagi para filmmaker perempuan di seluruh dunia.

7.  Yorkton Film Festival

Festival film yang diadakan di Yorkton, Saskatchewan, Kanada, ini sebenarnya sudah mulai diadakan pada 1947. Namun, selama beberapa tahun kemudian festival ini absen.

Barulah pada 11 Oktober 1950, Yorkton Film Festival kembali diadakan dan mulai rutin berlangsung setiap setahun sekali.

Pada 2010, pihak Yorkton Film Festival mengumumkan akan memasukkan kategori baru dalam festivalnya, yaitu mental health atau kesehatan mental, yang disponsori oleh Mental Health Drop-in Centre selama tiga tahun.

Kategori baru tersebut menjadikan Yorkton Film Festival sebagai festival film pertama di Kanada yang memasukkan kategori kesehatan mental dalam ajangnya.

Lantaran masih dalam masa pandemi Covid-19, Yorkton Film Festival tahun ini diadakan secara virtual pada Kamis (27/5/2021) hingga Minggu (30/5/2021).

8.  Berlin International Film Festival

Mulai diadakan pada 6 Juni 1951, festival film yang digelar di Berlin, Jerman ini biasa disebut Berlinale.

Berlinale menjadi festival film internasional dengan penonton terbesar di antara semua festival film tahunan di dunia. Pasalnya, setiap tahun, Berlinale berhasil menjual 300.000 tiket film dengan 500.000 tiket masuk ke festivalnya.

Pada 2021, Berlinale ke-71 telah diadakan mulai Senin (1/3/2021) hingga Jumat (5/3/2021).

Indonesia pun patut bangga, lantaran delapan film karya anak bangsa sudah berhasil tayang di salah satu festival film terbesar dan terbaik dunia ini.

Melansir dari IMDb pada Minggu (16/9/2021), film Indonesia yang berhasil lolos kurasi Berlinale antara lain film Badai Selatan (1962) karya Sofia W.D, Laskar Pelangi (2008) karya Riri Riza, hingga Laut Bercermin (2011) karya Kamila Andini.

Selanjutnya, film Anak-Anak Srikandi (2012) karya beberapa sutradara yaitu Laura Coppens, Hera Danish, Yulia Dwi Andriyanti, Dian Eggie, Oji Ijo, Angelika Levi, Stea Lim, Afank Mariani, Imelda Taurinamandala, dan Winnie Wibowo.

Kemudian film Kebun Binatang (2012) karya Edwin, Something in the Way (I) (2013) karya Teddy Soeriaatmadja, Lembusura (2015) karya Wregas Bhanuteja, dan yang terbaru Sekala Niskala (2017) karya Kamila Andini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved