Breaking News:

Kisah Pilu Bilal, Meninggal di Becaknya karena Covid-19, Pemakaman Terkendala Biaya Rp5 Juta

jenazahanya harus melalui lika-liku panjang sebelum akhirnya dikubur lantaran keluarga tak bisa menanggung biaya Rp5 juta untuk pemakaman

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cerita yang menyayat hati datang dari seorang tukang becak bernama Bilal.

Pria berusia 84 tahun ini meninggal di becaknya setelah terinfeksi virus covid-19.

Bilal yang hidup sebatang kara di jalanan ini tak sempat berobat. 

Setelah meninggal pun, jenazahanya harus melalui lika-liku panjang sebelum akhirnya dikubur lantaran keluarga tak bisa menanggung biaya Rp5 juta untuk pemakaman.

Bilal ditemukan meninggal dunia di atas becaknya yang diparkir di Jalan Magangan Kulon di Kalurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Senin (19/7/2021) lalu.

Dia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.15 WIB dan dilaporkan kepada RT serta Babinkamtibmas Polsek Kraton agar dilakukan uji swab antigen post mortem pada almarhum.

Bilal ternyata terindikasi mengidap Covid-19. Nyawanya tidak tertolong karena tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah pasien positif virus corona.

Almarhum Bilal (84) ditemukan meninggal di becaknya, Senin (19/7/2021)
Almarhum Bilal (84) ditemukan meninggal di becaknya, Senin (19/7/2021) (Dok Polsek Kraton)

Sehari-hari, Bilal bekerja sebagai tukang becak. Hidupnya dia habiskan di becak berwarna merah itu.

Entah berapa uang yang ia dapatkan setiap hari, namun di akhir menjelang hayatnya, Bilal tak sanggup untuk berobat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved