Olimpiade Tokyo

Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 24 Juli Malam: Malaysia Nol Medali, Indonesia Satu Perunggu

perolehan medali di Olimpiade Tokyo per 24 Juli 2021 pukul 21.17 WIB, Malaysia belum satu pun mendapat mendali. Indonesia meraih satu perunggu

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
olympics
Ilustrasi perolehan medali Olimpiade Tokyo 

TRIBUNJOGJA.COM - Berdasarkan update perolehan medali di Olimpiade Tokyo per 24 Juli 2021 pukul 21.17 WIB, Malaysia belum satu pun mendapat mendali. Sementara Indonesia meraih satu perunggu dari prestasi lifter putri, Windy Cantika Aisah.

Tabel perolehan medali Olimpiade Tokyo - Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg.
Tabel perolehan medali Olimpiade Tokyo - Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN via kompas.com)

Indonesia masuk dalam daftar peraih medali Olimpiade Tokyo 2020 setelah prestasi diraih atlet angkat besi putri, Windy Cantika Aisah.

Cantika berhasil meraih medali perunggu pada lomba nomor 49kg putri di Tokyo International Forum, Jepang, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 24 Juli: China Italia Jepang Teratas, Indonesia Melorot

Cantika atau Windy pun menjadi atlet Indonesia pertama yang mempersembahkan medali bagi Tanah Air pada Olimpiade Tokyo 2020.

Atlet angkat besi 19 tahun itu meraih medali perunggu setelah mencatatkan total angkatan 194 kg.

Windy kalah dari Hoi Zhihui (China) dan Chanu Mirabai (India). Hoi Zhihui mendapatkan medali emas angkat besi kelas 49kg putri berkat total angkatan 210kg.

Chanu Mirabai mendapat medali perak dengan angkatan terbaiknya 202kg.

Berikut Klasemen Sementara Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020 per 24 Juli 2021 pukul 20.30 WIB, dikutip Tribun Jogja dari laman olympics.

Keterangan: Rank/ Team NOC/ Emas / Perak / Perunggu / Total / Rank by Total

1 People's Republic of China 3 0 1 4 1
2 Italy 1 1 0 2 3
2 Japan 1 1 0 2 3
4 Republic of Korea 1 0 2 3 2
5 Ecuador 1 0 0 1 7
5 Hungary 1 0 0 1 7
5 Islamic Republic of Iran 1 0 0 1 7
5 Kosovo 1 0 0 1 7
5 Thailand 1 0 0 1 7
10 ROC 0 1 1 2 3
10 Serbia 0 1 1 2 3
12 Belgium 0 1 0 1 7
12 Spain 0 1 0 1 7
12 India 0 1 0 1 7
12 Netherlands 0 1 0 1 7
12 Romania 0 1 0 1 7
12 Chinese Taipei 0 1 0 1 7
12 Tunisia 0 1 0 1 7
19 Estonia 0 0 1 1 7
19 France 0 0 1 1 7
19 Indonesia 0 0 1 1 7
19 Israel 0 0 1 1 7
19 Kazakhstan 0 0 1 1 7
19 Mexico 0 0 1 1 7
19 Mongolia 0 0 1 1 7
19 Slovenia 0 0 1 1 7
19 Switzerland 0 0 1 1 7
19 Ukraine 0 0 1 1 7

Prestasi Windy Cantika Aisah

Lifter angkat besi putri Tanah Air, Windy Cantika Aisah, mengungkapkan kunci kesuksesannya setelah berhasil mempersembahkan medali perdana untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Windy Cantika Aisah berhasil meraih medali perunggu di kelas 49 kg pada Sabtu (24/7/2021) siang WIB, dikutip Tribun Jogja dari laman kompas.com.

Medali perunggu diraih Windy usai menempati posisi ketiga dengan total angkatan 194 kg dalam pertandingan di Tokyo International Forum itu.

Total angkatan 194 kg merupakan gabungan dari angkatan 84 kg snatch dan 110 kg clean & jerk.

Perjuangan Windy Cantika dalam meraih medali tidak dituai dengan mudah. Dia sempat terkendala di angkatan pertama snatch seberat 84 kg.

Namun, kegagalan itu ditebusnya di angkatan kedua. Meski pergerakannya sedikit lambat, dia sukses mengamankan angkatan seberat 84 kg.

Lifter belia berusia 18 tahun itu kemudian menaikan beban menjadi 87 kg. Hanya saja, dia tak bisa menyelesaikan dengan sempurna.

Memulai angkatan clean & jerk, Cantika memamatok 103 kg pada angkatan pertama dan langsung sukses menyelesaikannya.

Cantika lalu menaikkan bebannya menjadi 108 kg dan lagi-lagi dia sukses mengangkatkanya dengan baik. Pun demikian dengan angkatan ketiga seberat 110 kg.

Meski langkahnya sedikit bergetar, dia dapat mengangkatnya dengan baik dan berhak meraih medali perunggu dengan total angkatan 194 kg.

Seusai pertandingan, Cantika tak bisa menutup kebahagiannya karena berhasil menjadi peraih medali pertama Indonesia di Tokyo 2020.

Lebih lanjut, dia juga turut mengungkapkan kunci kemenangannya meski sempat tekendala di angkatan pertama snatch.

Menurut dia, suntikan semangat dari sang pelatih Dirja Wihardja begitu berpengaruh hingga membuat meraih medali perunggu.

"Alhamdulillah, senang sekali rasanya karena di umur 19 tahun bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia. Saya sangat bersyukur," kata Windy Cantika dalam jumpa pers virtual yang juga dihadiri Kompas.com

"Kuncinya (kemenangan) mungkin karena Pak Dirja menyemangati saya. Windy kan biasanya menang di snatch, tapi di snatch malah kalah."

"Pak Dirja berkata mungkin Allah memberikan rezekinya di clean and jerk. Jadi, jangan patah semangat, begitu katanya."

"Dari situ saya semakin bersemangat. Berapa pun angkatannya yang terpenting saya bisa mengangkatnya," jelasnya.

Dirja Wihardja juga memberikan komentar mengenai keberhasilan Windy Cantika ini.

Dia mengatakan bahwa sinergi seluruh staf kepelatihan juga menjadi faktor kesuksesan anak asuhnya itu.

"Terima kasih atas dukungan doa yang diberikan seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah medali pertama bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo," katanya mengawali.

"Windy memang sempat tertinggal di snatch dengan teringgal 2 kg. Kemudian, diangkatan clean and jerk mulai terlihat membaik."

"Saya tidak sendiri mendampingi Windy. Saya juga didampingi Pelatih Jajang dan Dokter Randy. Semua ini adalah kerja sama tim."

"Di angkat besi itu kuncinya adalah kerja sama. Kami memiliki semboyan 'Together We Are Strong'. Jadi semua unsur dan tim telah bekerja dengan maksimal."

"Kami sangat bangga dengan Windy Cantika. Dia adalah generasi baru angkat besi Indonesia yang masih berusia 19 tahun dan sudah memberikan yang terbaik," ungkap Dirja.

Keberhasilan Windy Cantika ini turut membuat tren medali lifter angkat besi Tanah Air di Olimpiade berlanjut.

Meski tergolong masih sangat belia, Cantika berhasil meneruskan tradisi medali Indonesia dalam cabor angkat besi putri di Olimpiade yang telah berlangsung 21 tahun.

Adapun tren medali Indonesia di cabor angkat besi putri dimulai dari trio Raema Lisa Rumbewas, Sri Indriyani, dan Winarni di Olimpiade Sydney 2000.

Lalu, dilanjutkan Lisa di Athena 2004 dan Beijing 2008, Citra Febrianti (London 2012), dan Sri Wahyuni Agustiani (Rio de Janeiro 2016).

Menanggapi hal tersebut, Widya Cantika merasa terkejut bisa meneruskannya. Terlebih, Tokyo 2020 merupakan Olimpiade pertamanya sehingga belum menargetkan medali.

"Windy merasa ini sebagai kejutan. Apalagi, ini Olimpiade pertama jadi nggak nyangka bisa dapat medali," ungkapnya.

"Dari awal merintis karier, Windy dikasih tahu untuk selalu kuat. Jadi, lebih seperti air mengalir saja."

"Apa yang pelatih arahakan, Windy kerjakan. Windy sama sekali nggak menargetkan medali, yang terpenting adalah selalu ikuti kata pelatih," tuturnya menjelaskan.

(*/ Tribun Jogja )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved