Breaking News:

Kisah Pilu Pria di Pontianak Antre Oksigen Demi Sang Ibu, Namun Ibunda Tercinta Akhirnya Tiada

“Sudah terlambat, ibu saya sudah meninggal," katanya, seraya menangis dan bergegas membawa pulang tabung tanpa berisi oksigen.

Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi tabung oksigen 

Setelah itu, Shiri langsung bergegas pergi dari lokasi antrean untuk kembali ke rumah duka.

Pengisian Oksigen Kosong

Selain Shiri, warga lain yang mengantre mengisi tabung oksigen adalah Agus Setiado, tokoh masyarakat di Kalimantan Barat yakni Ketua Persatuan Orang Melayu) Kalbar.

Ia bercerita sudah dua hari ia berusaha mencari pengisian oksigen di beberapa tempat di Kota Pontianak, namun tempat-tempat tersebut menyatakan bahwa oksigen kosong.

Agus mengatakan, oksigen ini diperuntukkan bagi keluarganya yang sedang sesak napas dan menjalani perawatan di rumah karena terpapar covid 19.

"Untuk hari ini, saya mengantre dari pagi sekira pukul 7, karena di semua titik di Kota Pontianak ini kosong oksigen. Ini untuk keluarga saya, Sekjen POM Kalbar kena Covid-19 dan butuh oksigen," tuturnya, seperti dilansir dari kompas.com.

Ilustrasi tabung oksigen
Ilustrasi tabung oksigen (Samuel Ramos/Unsplash.com)

Ia mengatakan sudah berusaha membawa keluarganya ke RS, tetapi sejumlah rumah sakit penuh dan mengalami keterbatasan oksigen.

"Covid ini ada, ini nyata, dan sudah banyak yang jadi korban, banyak juga yang sudah merasakan dampaknya. Oleh sebab itu, saya meminta ke masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan, dan jaga kesehatan, makan makanan bergizi, berjemur," kata dia.

Oksigen di Kalbar Menipis

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan saat ini pasokan oksigen untuk daerah agak terlambat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved