Breaking News:

Jumlah Pasien Corona Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tercatat Pemerintah

kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY Dengan penambahan itu maka total kasus terkonfirmasi saat ini menjadi 99.574 kasus

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
corona.jogjaprov.go.id
Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY bertambah sebanyak 1.978 kasus pada Kamis (22/7/2021) 

Tribunjogja.com Yogyakarta --Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY bertambah sebanyak 1.978 kasus pada Kamis (22/7/2021). Dengan penambahan itu maka total kasus terkonfirmasi saat ini menjadi 99.574 kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 DIY,Berty Murtiningsih merinci, penambahan kasus terjaring melalui upaya periksa mandiri sebanyak 193 kasus, tracing kontak kasus positif 1.754 kasus, dan skrining karyawan kesehatan dua kasus. "Yang belum ada info terdapat 29 kasus," bebernya.

Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta 395 kasus, Bantul 413 kasus, Kulon Progo 391 kasus, Gunungkidul 339 kasus, dan Sleman 440 kasus.

Berty kemudian melaporkan penambahan kasus sembuh yakni sebanyak 1.034 kasus, sehingga total sembuh menjadi 66.985 kasus.

Distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta 347 kasus, Bantul 225 kasus, Kulon Progo 64 kasus, Gunungkidul 144 kasus, dan Sleman 254 kasus.

Terkait pasien yang meninggal akibat Covid-19, hari ini masih mengalami lonjakan. Dilaporkan ada 88 pasien meninggal setelah terinfeksi virus korona.

Distribusi pasien meninggal adalah Kota Yogyakarta sebanyak tujuh kasus, Bantul 17 kasus, Kulon Progo lima kasus, Gunungkdiul delapan kasus, dan Sleman 51 kasus. "Sehingga total kasus meninggal menjadi 2.683 kasus," terangnya.

PPKM Level 4

Suasana Pasar Beringharjo Saat PPKM di Yogyakarta Jumat 23 Juli 2021
Suasana Pasar Beringharjo Saat PPKM di Yogyakarta Jumat 23 Juli 2021 (IST)

Hingga Kamis (22/7/2021) pemerintah kota (Pemkot) Yogyakarta masih belum mengizinkan pedagang di kawasan Jalan Malioboro untuk melakukan aktivitas ekonomi.

Pengawasan seperti biasanya di masa PPKM juga terus dilakukan, termasuk imbauan agar tidak berkerumun rutin digencarkan oleh pemangku kebijakan di kawasan Malioboro.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved